
Potret Inayah Masrurah Mulqi Putri dan Muhammad Diaz Al-Fahrisi
Sumber: Dok. Pribadi
Psikogenesis, Rabu (26/11) – Muhammad Diaz Al-Fahrisi dan Inayah Masrurah Mulqi Putri, Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) terpilih sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) 2025.
Mahasiswa yang akrap disapa Diaz itu mengungkapkan bahwa dirinya telah mendaftar saat semester empat namun pengumuman berkasnya berlangsung lama karena seleksi dilakukan banyak pihak dari pemerintah.
“Saya mendaftar sejak pertengahan semester empat dan proses seleksi berkasnya cukup lama karena ini dari pemerintah dan banyak pihak yang seleksi berkas tersebut. Jadi mungkin agak rumit di bagian seleksi berkasnya dan sampai saat ini juga bahkan belum cair sama sekali beasiswanya sih,” ungkapnya.
Diaz menjelaskan bahwa dirinya mendaftar beasiswa prestasi non-akademik dan menghadapi proses seleksi yang cukup ketat.
“Saya mendaftar lewat jalur prestasi non-akademik. Seleksinya fokus pada berkas seperti sertifikat lomba dan dokumen universitas, prosesnya cukup rumit dan memakan waktu. Persaingannya sangat ketat dari 99 pendaftar tahun ini hanya 12 yang lolos ditambah tiga penerima dari evaluasi tahun sebelumnya,” jelasnya.
Inayah juga turut menuturkan bahwa keberhasilan mereka dalam mendapatkan beasiswa prestasi non-akademik tidak hanya bergantung pada nilai akademik, tetapi juga pada rekam jejak prestasi yang konsisten.
“Karena saya mendaftar beasiswa prestasi non-akademik, poin utamanya berasal dari berbagai lomba beberapa kompetisi lainnya. Selain itu, dukungan orang tua dan keyakinan kepada Allah juga menjadi faktor penting. Saya sendiri tidak tahu faktor utamanya apa, tapi mungkin karena saya berani mencoba. Saya tidak takut mendaftar beasiswa ini, karena kita tidak pernah tahu dari mana rezeki itu datang,” tuturnya.
Mahasiswa Angkatan 2023 itu juga menerangkan bahwa motivasi utamanya mendaftar beasiswa adalah untuk meringankan beban orang tua dan tidak lagi terbebani biaya pendidikan.
“Motivasi saya mendaftar beasiswa adalah agar tidak membebani orang tua dan tidak perlu lagi memikirkan biaya kuliah. Sejak awal perkuliahan saya sudah mencoba beberapa jenis beasiswa, karena peluang itu harus dimanfaatkan. Dari beasiswa ini saya belajar meningkatkan potensi diri, menjaga amanah, serta terus bersemangat untuk belajar dan memberi dampak bagi banyak orang,” terangnya.
Sebagai penutup, Inayah menyampaikan pesan agar mahasiswa terus menjaga semangat belajar tanpa merasa minder, mudah menyerah dan memanfaatkan status sebagai mahasiswa sebaik mungkin.
“Tetap semangat belajar, jangan minder, dan jangan berhenti berusaha meski kondisi fisik kurang fit. Selalu berdoa, yakin dengan tujuanmu, dan manfaatkan status sebagai mahasiswa untuk mengikuti berbagai peluang. Percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar dan terus bermimpi tinggi,” tutupnya.
(LFY)












