LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Tim KKP FPsi UNM Gelar Webinar Psikologi Forensik Bahas Kekerasan terhadap Perempuan

Tangkapan Layar Kegiatan Psikoedukasi Via Zoom Meeting

Sumber: Dok. Pribadi

Tim Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi bertajuk “Kekerasan terhadap Perempuan: Menurut Psikologi Forensik” secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (10/12) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKP dilakukan oleh tiga orang Haerunnisa Ibrahim, Nabila Ath Thahirah, dan Rani Alvionita yang dilaksanakan oleh Daya Potensia Indonesia.

Psikoedukasi ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum dari berbagai latar belakang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta, terutama pada sesi diskusi interaktif yang membahas dinamika kekerasan terhadap perempuan dari perspektif Psikologi Forensik.

Rani Alvionita salah satu panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan kebutuhan edukasi masyarakat yang masih terbatas terkait pemahaman kekerasan berbasis gender, khususnya dalam mengenali pola relasi pelaku dan korban.

“Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang tidak disadari sebagai bentuk kekerasan karena minimnya pemahaman mengenai manipulasi psikologis dan relasi kuasa.” jelasnya.

Mahasiswi yang di akrab disapa Rani itu juga menuturkan bahwa pendekatan psikoedukasi dipilih agar kegiatan dapat menjangkau peserta secara lebih luas dan fleksibel, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap informasi ini bisa diakses oleh lebih banyak orang. Tidak hanya mahasiswa psikologi, tetapi juga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap isu kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sitti Annisa M. Harusi, selaku Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Sulawesi Selatan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai konsep penting, mulai dari pengenalan psikologi forensik, viktimologi, relasi pelaku-korban, hingga praktik grooming dan manipulasi psikologis yang kerap terjadi dalam kasus kekerasan.

“Memahami kekerasan terhadap perempuan tidak cukup hanya dari sisi fisik. Ada proses psikologis yang panjang dan kompleks, yang sering kali membuat korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami kekerasan,” paparnya.

Sebagai penutup, Rani berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga dapat mendorong sikap preventif dan kepedulian sosial terhadap isu kekerasan terhadap perempuan.

“Kami berharap setelah mengikuti webinar ini, peserta dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berani mengambil peran, minimal dengan mengenali tanda-tanda awal kekerasan dan tidak lagi menormalisasikannya,” tutupnya.

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts