
Dialog Kebangsaan Pekan Parlemen Nasional
Sumber: Dok. Panitia
Psikogenesis, Selasa (28/04) – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Dialog Kebangsaan Pekan Parlemen Nasional bertajuk “Analisis Struktural dan Relasi Kelembagaan Politik dalam Tata Kelola Pendidikan” di Hotel Four Points Makassar pada Jumat (24/04).
Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Andi Muhammad Nurdin Halid selaku Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Eko Prasetyo selaku Founder Social Movement Institute, dan Mursalim Nohong selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti sekitar 300 peserta.
Aisyah Zahra selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa dan masyarakat umum untuk merefleksikan dinamika politik yang berdampak pada dunia pendidikan.
“Tema analisis struktural diambil sebagai ajakan kepada mahasiswa dan masyarakat umum untuk lebih berpikir kritis dan reflektif, bahwa pendidikan tidak pernah berdiri secara mandiri tetapi selalu diiringi dinamika politik,” ungkapnya.
Lanjut, Muhammad Ichwan Risqullah selaku Ketua Umum Maperwa UNM menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan murni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghasilkan tindakan yang memiliki dampak skala nasional.
“Tujuan kegiatan ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa bukan mengenyangkan. Outputnya nanti bagaimana kita mengadvokasikan kegiatan ini menjadi tindakan nasional yang membawa nama mahasiswa, Makassar, dan kampus kita UNM,” jelasnya.
Sejalan, Nur Intan Maharani Ilyas selaku Pelaksana Tugas (PLT) Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) juga mengajak para peserta agar diskusi tidak terbatas sebagai menambah wawasan semata namun dapat memberikan dampak nyata pada dunia pendidikan.
“Tema menarik, kita kaitkan politik dan pendidikan. Karena pendidikan tidak netral, kebijakan politik berpengaruh pada kualitas pendidikan. Saya mengajak pada kawan-kawan bahwa pada kesempatan ini bukan untuk menambah wawasan saja tapi menjadi bentuk kontribusi nyata pada dunia pendidikan,” ajaknya.
Kemudian, Fathur Rahim selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Fathur menilai bahwa dialog ini merupakan bukti peran besar Makassar dan UNM pada arah kebijakan di Indonesia.
“Diskusi ini jadi satu bukti, Makassar dan UNM menunjukkan kiprah yang besar pada arah kebijakan kita kedepan. Semoga hasil output kegiatan ini menjadi modal Indonesia untuk melihat Indonesia kedepan,” harapnya.
Sebagai penutup, Farida Patittingi selaku PLT Rektor UNM berharap agar peserta mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin kompleks serta tetap menyuarakan aspirasi secara intelektual dan taat hukum.
“Tantangan semakin besar dibutuhkan persiapan yang besar untuk dunia yang semakin membingungkan. teruslah bersuara pada koridor-koridor yang sesuai hukum dan menunjukkan bahwa kita berintelektual,” tutupnya.
(RBN)












