
Foto Bersama Pembukaan Kegiatan Training of Trainers (TOT) 2026
Sumber: Dok. Pribadi
Makassar — Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) membuka Training of Trainers (ToT) 2026 untuk membekali calon fasilitator dengan kemampuan kepelatihan, teknik fasilitasi, dan manajemen pelatihan. Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Rapim Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (04/09).
Mengusung tema “Teliti Menyiapkan, Cermat Memfasilitasi: Membangun Fasilitator Penalaran yang Berkualitas”, ToT 2026 menjadi bagian dari upaya LPM Penalaran UNM menyiapkan peserta agar tidak hanya mampu menerima materi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menyampaikan pengetahuan dan memfasilitasi proses pembelajaran.
Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan Tari Paduppa sebagai tarian penyambutan khas Sulawesi Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah rangkaian seremonial pembukaan, peserta akan mengikuti rangkaian inti ToT 2026 yang dipusatkan di BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan. Pelatihan tersebut berlangsung hingga Minggu (06/09). Melalui rangkaian tersebut, peserta tidak hanya diposisikan sebagai penerima materi, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan yang dapat digunakan dalam proses fasilitasi dan pelatihan di lingkungan akademik maupun organisasi.
Ketua Panitia Pelaksana ToT 2026, Ardiansah mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan bekal dasar kepada peserta sebelum menjalankan peran sebagai fasilitator.
“Kegiatan Training of Trainers ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar kepelatihan, teknik fasilitasi, dan manajemen pelatihan, sehingga peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga mampu menjadi penyampai dan pelatih bagi rekan-rekan lainnya di kemudian hari,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan fasilitasi menjadi salah satu aspek penting dalam proses pengembangan kapasitas. Melalui ToT, peserta diarahkan untuk memahami tidak hanya materi yang diberikan, tetapi juga bagaimana menyampaikan dan mengelola proses pelatihan secara efektif.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM Periode 2025/2026, Muhammad Ammar Latif, turut mendorong peserta untuk memanfaatkan rangkaian ToT sebagai ruang memperdalam pengetahuan dan keterampilan.
“Saya berpesan bahwa manfaatkanlah mengikuti event ToT ini sebaik-baiknya. Jadi teman-teman silakan digali ilmu sedalam-dalamnya. Tentu ilmu-ilmu yang kita dapatkan kali ini adalah ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat bagi teman-teman yang lain entah itu di bagian perkuliahan ataupun setelah kalian selesai dari perkuliahan,” ungkapnya.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor III UNM yang diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, Syamsu Rijal, bersama pembina LPM Penalaran UNM, pengurus, panitia pelaksana, pengarah, alumni, civitas akademika, dan peserta ToT 2026.
Dalam sambutannya, Syamsu Rijal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan pengembangan kapasitas akademik mahasiswa.
“Kegiatan kita di sini adalah kegiatan yang mendukung kesuksesan akademik kita,” sampainya.
Rangkaian ToT 2026 diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan kepelatihan sekaligus memahami peran fasilitator dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas peserta lain.











