
Pamflet PKM 2026
Sumber: Dok. Pribadi
Psikogenesis, Rabu (04/03) – Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) mencatat 16 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 yang masuk tahap seleksi universitas sebelum dikirim ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Muh. Nurhidayat Nurdin, selaku Wakil Dekan (WD) III FPsi UNM menyampaikan bahwa antusiasme mahasiswa terhadap PKM belum maksimal. Menurutnya, penyebabnya adalah kebijakan konversi Satuan Kredit Semester (SKS) yang masih bergantung pada kebijakan masing-masing fakultas yang juga menjadi kendala saat sosialisasi PKM.
“Terkait antusiasme mahasiswa, belakangan memang terlihat agak lesu. Namun, itu bukan tanpa alasan. Secara umum, di tingkat universitas belum ada payung kebijakan yang jelas terkait proses konversi SKS yang bisa didapatkan setelah mengikuti program ini (baca: PKM). Selama ini, kebijakan konversi masih berjalan secara parsial di masing-masing fakultas, dan itu menjadi kendala saat sosialisasi,” terangnya.
Dosen yang akrab disapa Dayat itu menyampaikan bahwa pada tahun 2025 FPsi UNM berhasil mengirimkan sebelas judul proposal PKM ke kemendiktisaintek. Sementara pada tahun ini, terdapat 16 judul yang diajukan untuk seleksi di tingkat universitas sebelum ditentukan pengirimannya ke sistem kementerian.
“Saat ini terdapat 16 judul yang sudah masuk dan masih menjalani proses seleksi di tingkat universitas untuk dinilai kelayakannya sebelum dikirim ke sistem kementerian. Tahun lalu sekitar sebelas judul berhasil terkirim, sedangkan tahun ini belum bisa dipastikan apakah jumlahnya meningkat atau menurun karena seluruhnya masih dalam tahapan seleksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dayat mengungkapkan bahwa dari seluruh tim PKM yang terlibat, sebagian besar merupakan mahasiswa dengan motivasi berprestasi yang lebih tertuju pada pengalaman, relasi lintas jurusan, dan kesempatan berkompetisi.
“Mahasiswa yang mendaftar program ini (baca: PKM), sebagian besar cenderung memiliki dorongan berprestasi yang kuat. Keikutsertaan mereka lebih didorong pada pengalaman, relasi lintas jurusan, dan kesempatan untuk menguji kapasitas diri dalam kompetisi,” ungkapnya.
Selain itu, WD III juga menjelaskan FPsi UNM telah memfasilitasi tim PKM dengan pendampingan yang berkelanjutan serta dukungan berupa pengadaan lokakarya dengan pemateri yang berpengalaman.
“Fakultas telah memberikan pendampingan berkelanjutan, bahkan beberapa dosen membimbing lebih dari satu tim dan fakultas juga mengadakan workshop dengan menghadirkan pemateri yang pernah lolos hingga tahap nasional untuk memperkuat kapasitas mahasiswa,” jelasnya.
Sebagai penutup, Dayat berharap capaian PKM tahun ini dapat memberikan hasil yang optimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas proposal. Dayat juga berharap agar pada tahun ini terdapat proposal yang berhasil hingga tahap pendanaan.
“Harapan kami tentu ingin hasil yang baik. Secara kuantitas terpenuhi dan secara kualitas lebih terjamin. Kami juga berharap, setelah proposal dikirim dan diterima di kementerian, ada Tim dari FPsi UNM yang berhasil memperoleh pendanaan tahun ini,” tutupnya.
(020)











