LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Kemendipro BEM Kema FPsi UNM Pertahankan Proker Mading

follow:

Foto Mading FPsi UNM

Sumber: LPM. Psikogenesis

Psikogenesis, Rabu (04/03) – Kementerian Media dan Propaganda (Kemendipro) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) mempertahankan Majalah Dinding (Mading) FPsi UNM sebagai sarana informasi berbasis luring.

Muhammad Farid selaku Penanggung Jawab (PJ) Mading FPsi UNM menjelaskan bahwa Mading awalnya ditujukan sebagai wadah publikasi informasi lingkup fakultas. Mahasiswa dapat mempublikasikan informasi seperti poster, infografis, hingga pengumuman kegiatan.

“Tujuan awalnya untuk mewadahi informasi yang ada di fakultas (baca: FPsi UNM). Jadi, bisa menempel poster, infografis, flyer yang memuat seputar kegiatan, ataupun informasi lain di Mading tersebut,” jelasnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Farid itu juga menambahkan bahwa mading tidak terbatas hanya pada kegiatan FPsi UNM saja. Farid menjelaskan bahwa pihak di luar FPsi UNM juga dapat memanfaatkan Mading untuk menarik partisipan dari mahasiswa FPsi UNM.

“Jadi, kalau punya kegiatan di organisasi luar kampusnya, bisa juga menempelkan informasi di Mading untuk menarik partisipan dari mahasiswa FPsi UNM,” tambahnya.

Dalam pengelolaan, Farid menerangkan bahwa dirinya telah mencantumkan narahubung pada Mading untuk memudahkan koordinasi bagi pihak yang ingin melakukan publikasi.

“Sudah ada contact person di Mading. Yang mau menempel itu bisa chat saya dulu,” terangnya

Terkait indikator keberfungsian, Farid menyebutkan bahwa publikasi minimal empat poster setiap bulan menjadi dasar untuk meninjau keefektifan penggunaan mading.

“Tolok ukur Mading itu berfungsi minimal empat poster. Jadi, memang sudah berfungsi tiap bulannya,” tuturnya.

Kemudian, Farid menuturkan bahwa kemudahan penyebaran informasi secara daring tidak menjadi penghalang efektivitas penggunaan mading sebab penyebaran informasi dapat berjalan secara beriringan. Selain itu, Farid menegaskan bahwa lokasi mading yang strategis mendukung aksesibilitas mahasiswa dalam mencari informasi.

“Mading diadakan sebagai sarana offline, karena posternya itu berjalan beriringan offline ataupun online. Yang di kampus bisa lihat mading, karena lokasinya pasti bakal dilewati,” jelasnya.

Meski demikian, Farid juga menuturkan bahwa terdapat kendala teknis yang sulit dikendalikan dalam pengelolaan mading. Menurutnya, terkadang cuaca membuat beberapa media yang telah tertempel menjadi rusak.

“Ada faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol seperti angin kencang sama derasnya hujan yang kadang buat beberapa media yang sudah tertempel menjadi basah atau bahkan sobek,” tuturnya.

Lebih lanjut, Farid menerangkan bahwa untuk memaksimalkan fungsi mading, dirinya telah berupaya mengajak Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM) untuk memanfaatkan Mading sebagai media pengumuman kegiatan.

“Mulai dari hal kecil dulu, seperti mengajak BKM untuk menempel informasi seputar kegiatannya di Mading. Jadi, masyarakat Kema itu bisa mengetahui kalau Mading itu bisa digunakan (baca: sebagai sumber informasi kampus),” terangnya.

Sebagai penutup, Farid berharap agar mading dapat menjadi wadah publikasi media fisik yang memuat informasi yang bermutu dan bermanfaat bagi mahasiswa dan civitas akademika FPsi UNM.

“Semoga yang menempel di Mading itu memang informasi yang bermanfaat untuk yang ada di fakultas ini (baca: FPsi UNM), supaya teman-teman bisa mengetahui atau mendapat informasi lebih lanjut dari mading ini,” tutupnya.

(015)

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Nyaris

Ilustrasi “Nyaris” Sumber: Pinterest °❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・ Kita bermula dari tak sengaja. Dari langkah yang berpapasan tanpa niat, dari sapaan yang tak