
Dokumentasi Pelaksananaan Kegiatan Cinematherapy
Sumber: Dok. Pribadi
Tim Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan cinematherapy bagi 20 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar pada Jumat (28/11) lalu. Program ini merupakan bagian dari program kerja yang dirancang oleh tiga anggota tim, yaitu Andi Ayyul Fajrin, Luna Pare Allo, dan Trisya Putri.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Mereka mengikuti alur kegiatan dengan antusias, mulai dari sesi pemutaran film hingga diskusi reflektif yang dipandu oleh tim KKP.
Andi Ayyul Fajrin selaku perwakilan tim menjelaskan bahwa cinematherapy dipilih berdasarkan hasil asesmen awal yang menunjukkan kecenderungan warga binaan untuk tidak mengungkapkan emosi secara terbuka.
βBanyak dari mereka yang memendam perasaan. Kadang sedih, tapi memilih diam saja. Dari situ kami merancang metode yang bisa membuka ruang pengungkapan emosi, tetapi tetap dalam suasana yang ringan dan menghibur,β ujarnya.
Mahasiswa yang akrab disapa Ayyul itu juga menambahkan bahwa film dipilih sebagai media karena mampu menghadirkan pengalaman emosional yang aman. Peserta dapat mengidentifikasi diri pada cerita yang ditampilkan tanpa merasa ditekan untuk bercerita secara langsung.
βLewat film, mereka bisa memahami nilai yang ingin disampaikan sekaligus menikmati hiburannya. Jadi intervensi tetap berjalan, tetapi dengan cara yang menyenangkan,β tambahnya.
Kemudian, Ayyul juga menjelaskan bahwa tim memilih film βMiracle in Cell No. 7 versi Indonesiaβ sebab film tersebut sarat pesan kekeluargaan, dan juga punya dinamika emosional yang kuat dalam alurnya.
βFilm ini punya momen sangat sedih, juga ada komedi yang membuat kita tertawa. Emosinya naik turun. kadang tertawa, kadang sedih, kadang marah. Justru dinamika itu yang membuat film ini ideal untuk cinematherapy. Selain itu banyak film ini penuh makna dan pesan khususnya di kekeluargaan,β jelasnya.
Salah satu warga binaan inisial S juga turut menyampaikan kesan positifnya. S berharap agar kegiatan ini dapat dilakukan kembali karena pesan yang disampaikan film sangat bermakna.
βKegiatan ini sangat bermanfaat. Banyak pesan yang saya dapatkan dari film tadi. Saya juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan ke depannya,β ujarnya.
Sebagai penutup, Ayyul mengungkapkan bahwa seluruh anggota tim berharap agar kegiatan dapat bermanfaat dan bisa dilaksanakan kembali di masa mendatang.
βKami berharap, agar program ini bukan hanya tontonan. Pesannya bisa bermanfaat di kehidupan sehari-hari warga binaan dan juga kami harapnya program ini dapat berkelanjutan. Jika ruang-ruang seperti ini terus ada, kami yakin warga binaan bisa semakin terbuka,β tutupnya.












