
Dokumentasi Penggalan Video Psikoedukasi
Sumber: Dok. Pribadi
Tiga mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (FPsi UNM), Aluna Saskia Melandani, Nur Alfiah Sumardin, dan Nurul Alya Ilham melaksanakan program Psikoedukasi melalui media video sebagai upaya mendukung pengambilan keputusan studi pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Makassar. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu hingga Kamis (26-27/11) lalu dan diikuti oleh puluhan siswa yang tengah memasuki fase krusial dalam menentukan pilihan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Program ini diawali dengan need assessment melalui observasi dan wawancara bersama Guru Bimbingan Konseling (BK). Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian siswa masih belum memahami faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jurusan. Banyak di antara mereka yang masih terpengaruh oleh tekanan teman sebaya atau anggapan bahwa salah satu jurusan lebih βunggulβ, sehingga membutuhkan panduan yang tepat dalam
proses pengambilan keputusan.
Sebagai tindak lanjut, tim KKP FPsi UNM memproduksi video Psikoedukasi yang memuat materi mengenai karakteristik jurusan IPA dan IPS, tuntutan belajar, faktor internal eksternal dalam pengambilan keputusan, serta pentingnya pemahaman diri. Video tersebut menampilkan ilustrasi, penjelasan naratif, hingga simulasi kasus siswa yang mempertimbangkan pilihan jurusan.
Dalam video, narator menyampaikan pesan penting, seperti, Pemilihan jurusan bukan tentang mengikuti teman, tetapi tentang memahami diri sendiri. Pilihan Anda hari ini akan membentuk perjalanan akademik tiga tahun ke depan.
Simulasi yang ditampilkan juga memperlihatkan bagaimana siswa belajar mengenali minat, bakat, dan kemampuan akademik mereka. Salah satu tokoh dalam video diceritakan menyadari bahwa memilih jurusan harus sesuai kemampuan dan bukan semata-mata karena jurusan itu dianggap keren.
Usai pemutaran video, siswa mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil analisis menggunakan SPSS versi 26 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa terkait proses pengambilan keputusan yang tepat.
Aluna Saskia Melandani selaku Koordinator kegiatan, menerangkan bahwa penggunaan media visual dipilih karena lebih mudah menjangkau dan menarik perhatian siswa.
βKami melihat banyak siswa sebenarnya mampu, tetapi bingung karena kurang informasi. Melalui video ini, kami ingin membantu mereka mengambil keputusan yang benar-benar sesuai dengan diri mereka,β terangnya.
Anggota tim lainnya, Nur Alfiah Sumardin, menjelaskan bahwa penyampaian materi melalui video membuat informasi lebih mudah dipahami.
βInformasi tentang minat, bakat, dan prospek jurusan IPA atau IPS kami kemas secara sederhana, supaya siswa tidak merasa tertekan saat membuat keputusan,β jelasnya.
Sementara itu, Nurul Alya Ilham menekankan pentingnya pemahaman diri dalam menentukan jurusan.
βPsikoedukasi ini kami desain agar siswa bisa mengenali diri, bukan hanya mengenali jurusan. Dengan begitu keputusan mereka lebih matang dan terinformasi,β tegasnya.
Guru BK SMAN 2 Makassar turut mengapresiasi kegiatan tersebut, menyebut bahwa video psikoedukasi membantu siswa memiliki sudut pandang yang lebih jelas dan objektif dalam memilih jurusan.
βSelama ini banyak siswa ragu karena kurang informasi dan terlalu ikut-ikutan. Video ini membantu mereka melihat bahwa keputusan akademik harus didasarkan pada diri sendiri,β tuturnya.
Melalui kegiatan ini, tim KKP FPsi UNM berharap siswa dapat lebih siap, percaya diri, dan mampu menentukan jurusan sesuai potensi diri, sehingga memiliki pijakan kuat dalam masa depan pendidikan mereka. Penyampaian materi berbasis video dinilai efektif karena mampu menghadirkan visualisasi yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami oleh siswa.












