
Ilustrasi “KTM Tak Kunjung Terbit, Banyaknya Jumlah Maba Diduga Jadi Penyebab”
Sumber: Dok. LPM Psikogenesis
Psikogenesis, Jumat (06/03) – Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) Angkatan 2025 mempertanyakan kejelasan penerbitan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang hingga kini belum juga diterima.
Salah satu Maba FPsi UNM Angkatan 2025, AFF menilai KTM memiliki peran penting sebagai identitas resmi mahasiswa serta penunjang berbagai keperluan administrasi dilingkungan kampus.
“Pengadaan KTM untuk Maba itu urgensinya sebagai tanda bahwa kita merupakan Mahasiswa di UNM atau digunakan dalam keperluan administrasi. Dalam lingkup Psikologi, Maba kerap kali dijadikan sebagai testee untuk menjalani praktikum oleh kakak tingkat. KTM dapat digunakan untuk keperluan administrasi laboratorium sebagai alternatif KTP. Selain itu, banyak layanan kampus yang juga membutuhkan KTM,” jelasnya.
Selain itu, AFF juga menyebutkan kegunaan lain KTM untuk mengakses berbagai fasilitas dan keuntungan, seperti mendapatkan potongan harga khusus pelajar, akses layanan ke mitra universitas, dan juga fasilitas akademik tertentu.
“Jika memiliki KTM saya akan menggunakan fasilitas dari KTM untuk pembuatan E-mail mahasiswa yang memiliki berbagai benefit, seperti akses untuk membuka artikel berbayar, menggunakan akses Word gratis selama satu tahun. Ini berdasarkan rekomendasi dari salah satu dosen dan terakhir untuk mendapatkan diskon pada platform streaming musik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Afiyah Rifdah Rahmika selaku Staf Kemahasiswaan dan Alumni FPsi UNM mengungkapkan bahwa keterlambatan penerbitan KTM disebabkan oleh jumlah mahasiwa baru angkatan 2025 yang cukup banyak, serta perlunya koordinasi dengan mitra eksternal, yakni pihak bank.
‘’Kemungkinan karena jumlah Maba FPsi UNM yang tidak sedikit dan harus berkoordinasi dengan pihak bank. Mungkin itu (baca: jumlah mahasiswa dan koordinasi pihak bank) yang membuat penerbitan KTM memakan waktu yang lama. Karena KTM tidak hanya untuk Mahasiswa di FPsi UNM, tapi juga untuk seluruh fakultas di UNM,” ungkapnya.
wanita yang akrab disapa Fiyah tersebut juga menambahkan, bahwa penerbitan KTM merupakan hasil dari kerjasama antara pihak universitas dan pihak bank yang diajak bermitra. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian apakah tahun ini pihak bank yang akan diajak bermitra masih sama seperti tahun sebelumnya atau mengalami perubahan.
“Kerjasama antar universitas dengan pihak bank. Dari pihak banknya kemungkinan masih sama dengan tahun sebelumnya, tapi saya kurang tahu untuk Maba FPsi UNM Angkatan 2025 apakah ada perubahan,” terangnya.
Terkait waktu penerbitan, dirinya menegaskan bahwa KTM memang tidak langsung diterbitkan pada tahun pertama perkuliahan. Adapun pembagian KTM, dirinya menerangkan bahwa hal tersebut akan dilakukan langsung oleh pihak bank.
“Untuk Angkatan 2024 sudah pernah dibagikan langsung oleh pihak banknya, KTM sekaligus ATM (baca: Anjungan Tunai Mandiri). Bagi Angkatan 2025 kemungkinan KTM-nya terbit di tahun ini. Sama seperti angkatan sebelumnya, KTM tidak langsung terbit pada tahun pertama Maba masuk. Untuk Angkatan 2024 itu KTM-nya baru terbit di bulan Mei 2025,” tegasnya.
( 017)











