LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Mahasiswa KKP Fakultas Psikologi UNM Ajak Siswa SMK 5 Makassar Pelajari Regulasi Emosi

Dokumentasi Kegiatan KKP Pada SMK 5 Makassar

Sumber: Dok. Pribadi

Hidayah Rezki Amalia Hamdan, Syakila Arischa Pranira, dan Bulgis Dirtha Rahman, tiga mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sesi Psikoedukasi bertema β€œRegulasi Emosi” di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Makassar pada Jumat (04/10) lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya mengelola emosi mereka, agar dapat mencegah perkelahian dan meningkatkan kedamaian di lingkungan sekolah.

Acara dimulai dengan sesi Psikoedukasi yang dibawakan oleh ketiga anggota tim KKP FPsi UNM. Materi yang disampaikan bertujuan untuk mengenalkan siswa pada konsep regulasi emosi, yang mencakup kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengontrol emosi agar tidak terperangkap dalam reaksi impulsif yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selama masa observasi di sekolah tersebut, mahasiswa KKP FPsi UNM menemukan bahwa beberapa siswa sering terlibat dalam perkelahian, yang seringkali dipicu oleh emosi yang tidak terkendali.

“Kami menyadari bahwa banyak siswa yang mudah tersulut emosinya dalam situasi tertentu yang berujung pada perkelahian. Oleh karena itu, kami merancang kegiatan Psikoedukasi tentang regulasi emosi untuk membantu mereka lebih bijak dalam menghadapi situasi emosional,” ungkap Bulgis, salah satu anggota tim KKP FPsi UNM.

Hidayah, salah satu anggota tim KKP FPsi UNM menjelaskan bahwa emosi adalah respons alami terhadap berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari, dan setiap orang pasti mengalami emosi. Namun, yang penting adalah bagaimana kita bisa mengelola emosi tersebut dengan cara yang tepat.

“Emosi itu seperti api. Jika kita tidak mengontrolnya dengan baik, bisa jadi api yang membakar. Namun, jika bisa kita kendalikan, emosi itu bisa menjadi api unggun yang menghangatkan,” jelasnya di hadapan lebih dari 80 siswa kelas 10 SMKN 5 Makassar yang hadir dalam sesi tersebut.

Salah satu kegiatan interaktif dalam Psikoedukasi ini adalah bernyanyi mengenai regulasi emosi dan penggunaan sticky notes untuk refleksi diri. Setiap siswa diminta untuk menulis emosi yang mereka rasakan pada saat itu dan menyimpannya dalam sticky notes. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri mereka terhadap perasaan yang sedang mereka alami dan menjadi langkah awal dalam mengelola emosi dengan lebih baik. Setelah itu, siswa diberi kesempatan untuk berbagi perasaan mereka dengan teman-teman di sekitar mereka, menciptakan ruang diskusi yang positif, dan saling mendukung.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKP juga mengajarkan beberapa teknik regulasi emosi yang bisa diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa strategi yang dibahas, meliputi:

1. Pemilihan Situasi yakni menghindari situasi yang dapat memicu emosi negatif.
2. Pengalihan Perhatian yakni fokus pada hal lain untuk mengurangi ketegangan emosional.
3. Reappraisal (Perubahan Cara Berpikir) yakni mengubah cara pandang terhadap suatu peristiwa untuk mengurangi dampak emosional negatif.

Kegiatan ini diakhiri dengan pesan penting dari Syakila, salah satu tim KKP FPsi UNM yang mengingatkan siswa untuk selalu mengelola emosi mereka dengan bijak.

“Kami berharap setelah sesi ini, siswa dapat lebih mengenali perasaan mereka dan tahu cara mengelola emosi agar tidak mudah terbawa perasaan atau terjebak dalam konflik. Regulasi emosi adalah kunci untuk hidup yang lebih damai dan sukses,” ujarnya.

Iqbal Masi, selaku Koordinator BK SMKN 5 Makassar turut menyatakan dukungannya terhadap kegiatan seperti ini agar dapat terus dilaksanakan untuk membimbing siswa dalam pengelolaan emosi dan hubungan sosial yang sehat.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang mengedukasi siswa tentang pentingnya pengelolaan emosi. Hal seperti ini sangat membantu dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan positif,” tuturnya.

Dengan berakhirnya kegiatan KKP ini, diharapkan para siswa SMKN 5 Makassar dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan emosi dalam kehidupan mereka, baik di sekolah maupun di luar sekolah, agar mereka dapat berinteraksi lebih baik dan menghindari konflik yang tidak perlu.

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Dana Hibah atau Inisiatif Fakultas? Membaca Ulang Polemik Lahan Parkir FPsi UNM

Andi Ashabul Kahfi AE Selaku Penulis Sumber: Dok. Pribadi π€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺ α―“βž€ Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Psikologi UNM membantah penjelasan

Di Antara Harap dan Luka: Makna Penantian dalam β€œYou Should’ve Come Over”

Ilustrasi “Lover, You Should’ve Come Over” by Jeff Buckley Sumber: Pinterest β‹†β­’Λšο½‘β‹† *ΰ©ˆβœ©β€§β‚ŠΛšΰΌΊβ˜†ΰΌ»*ΰ©ˆβœ©β€§β‚ŠΛšπ“‡Ό ⋆.˚ 𓆝⋆.˚ 𓇼 β–ΆοΈŽ β€’αŠαŠ||၊|။||||α‹β€Œβ€Œβ€ŒαŠ|β€’ 0:10 β€œLover,