
Dokumentasi Kegiatan Psikoedukasi
Sumber: Dok. Pribadi
Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program Psikoedukasi bertajuk βEmpowered Emotion, Better Performance!β bagi karyawan Hotel Gammara Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan tentang pentingnya regulasi emosi dalam dunia kerja.
Psikoedukasi ini menyasar karyawan dari beberapa departemen, khususnya Human Resource (HR) dan Petugas Keamanan, yang memiliki tingkat tekanan kerja cukup tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (28/11) lalu. Adapun peserta yang terlibat, yaitu sebanyak delapan peserta yang berasal dari Departemen HR dan Petugas Keamanan. Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran survei. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak karyawan mengalami tekanan emosional akibat tuntutan pelayanan, sehingga membutuhkan pemahaman yang lebih baik terkait pengelolaan emosi.
Rangkaian kegiatan dipandu oleh Risha Diva sebagai moderator, diawali dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan ditutup dengan post-test. Materi utama disampaikan oleh Dosen FPsi UNM, Novita Maulidya Djalal yang membawakan topik mengenai pengenalan jenis emosi, penyebab munculnya emosi, emotional labor, stres dan burnout, serta teknik-teknik regulasi emosi yang adaptif di lingkungan kerja.
Dalam penyampaian materi, dosen yang akrab disapa Novita itu menegaskan bahwa emosi mesti dipahami karena kualitas kerja sangat ditentukan dari cara kita mengelola emosi.
βEmosi itu bukan untuk ditekan, tapi dipahami karena cara kita mengelola emosi sangat menentukan kualitas kerja dan hubungan kita dengan orang lain,β tegasnya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil analisis, nilai signifikansi uji Wilcoxon mencapai 0,026 atau lebih kecil dari 0,05. Artinya, terdapat peningkatan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Tidak ada peserta yang mengalami penurunan skor, dan sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan pemahaman.
Selain itu, salah satu peserta dari Departemen Petugas Keamanan menerangkan bahwa biasanya menahan emosi disaat ramai pengunjung. Setelah pemaparan materi, dirinya lebih paham terkait pengelolaan emosi tanpa harus dipendam.
βBiasanya saya cuma tahan emosi kalau lagi banyak tamu. Setelah materi ini, saya jadi lebih paham bagaimana mengatur emosi tanpa harus memendamnya,β terangnya.
Lanjut, Peserta lain dari Departemen HR juga menambahkan bahwa materi yang dipaparkan sangat bersinggungan dengan kondisi kerja yang kemudian bisa langsung diterapkan.
βMaterinya dekat sekali dengan kondisi kerja kami. Banyak hal yang bisa langsung diterapkan setelah ini,β tambahnya.
Tim mahasiswa selaku penyelenggara juga menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu karyawan memahami bahwa regulasi emosi merupakan keterampilan yang dapat meningkatkan kenyamanan kerja sekaligus kualitas pelayanan.
βKegiatan ini kami selenggarakan untuk membantu karyawan memahami bahwa regulasi emosi adalah keterampilan penting yang bisa meningkatkan kenyamanan kerja dan kualitas pelayanan,β tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Tim KKP FPsi UNM berharap Psikoedukasi regulasi emosi yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung kesejahteraan psikologis karyawan, khususnya di sektor perhotelan. Ke depannya, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.












