Pamflet Open Recruitment Fungsionaris BEM Kema FPsi UNM Periode 2025-2026
Sumber: Dok. BEM Kema FPsi UNM
Psikogenesis, Jumat (29/08) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Open Recruitment (Oprec) Pengurus BEM Kema FPsi UNM Periode 2025-2026 pada Senin (01/09) mendatang.
Pasca berakhirnya Musyawarah Besar (Mubes) Kema FPsi UNM, BEM Kema FPsi UNM mulai mempersiapkan kembali kepengurusan untuk periode 2025-2026 yang akan datang. Salah satunya adalah dengan membuka Oprec bagi mahasiswa yang tertarik untuk menjadi fungsionaris BEM.
Hal ini disampaikan oleh Muh. Reza Fadli Pratama Ichwan Selaku Formatur Presiden BEM Kema FPsi UNM Periode 2025-2026 yang menerangkan bahwa BEM Kema FPsi UNM akan segera mengadakan Oprec, dirinya menyampaikan bahwa oprec tersebut nantinya akan mencakup pengumpulan berkas dan wawancara.
“Untuk perekrutan calon pengurus, nantinya bakal di adakan Oprec. Teknisnya kurang lebih seperti ada wawancara dan sebagainya, juga akan ada pendaftaran pemberkasan. Nanti dikondisikan apakah pendaftaran pemberkasannya online atau offline,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Eja tersebut.
Eja juga menjelaskan bahwa BEM Kema FPsi UNM tidak akan mematok jumlah maksimal bagi mahasiswa yang tertarik untuk mendaftar selama yang bersangkutan memenuhi syarat sebagai fungsionaris, yaitu telah melulusi Latihan Kepemimpinan (LK) I.
“Untuk target pendaftar kami tidak mematok berapa minimal dan maksimalnya. Oprec ini dibuka seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat Kema untuk mendaftar sebagai calon fungsionaris BEM Kema FPsi UNM dengan syarat utama melulusi LK I,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa akan ada perubahan pada kementerian pada periode ini menjadi enam kementerian. selain beberapa kementerian yang telah ada sebelumnya, yaitu Kementerian Pendidikan dan Pelatihan serta Kementerian Sosial dan Politik, juga akan ada sejumlah kementerian baru, yaitu Kementerian Personalia, Kementerian Media dan Propaganda, Kementerian Pengabdian Masyarakat, dan Kementerian Ekonomi.
“Nantinya bakal ada pembaharuan kementerian di kabinet periode ini, rencananya bakal ada total enam kementerian yang bakal kami gagas untuk kedepannya,” sebutnya.
Eja menjelaskan, pengadaan kementerian-kementerian baru tersebut diperlukan untuk menunjang dan memaksimalkan program kerja yang akan dilaksanakan BEM kedepannya. Seperti Kementerian Personalia yang dibuat tidak hanya untuk mengatur matriks kegiatan LK, tetapi nantinya juga akan menjadi wadah pengembangan kedepannya.
“Ini (baca: Kementerian Personalia) sebenarnya bukan hal yang baru, tapi ini saya kembalikan lagi dengan landasan bahwa kemudian Kementerian Personalia ini bukan cuma hanya sekedar berpatok sama matriks LK saja, itu juga kami bakal jadikan sebagai wadah pengembangan untuk kedepannya,” jelasnya.
Selain itu, dirinya juga akan membentuk Kementerian Media dan Propaganda yang merupakan pengembangan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang pernah ada sebelumnya.
“Terus akan ada Kementerian Media dan Propaganda. sebenarnya kurang lebih dari segi pekerjaan hampir-hampir mirip sama Kementerian Kominfo di beberapa periode sebelumnya, cuma basisnya kemudian akan mengedepankan gerakan. Sehingga tidak hanya demonstrasi saja, tapi mulai kita bakal masifkan juga di propaganda-propaganda terkait isu-isu yang bakal kita kawal nantinya,” lanjutnya.
Eja juga menambahkan bahwa Kementerian Media dan Propaganda akan mengadakan sebuah proyek propaganda yang dikemas dalam bentuk sinematografi yang diharapkan dapat menjadi citra untuk bagaimana Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan melakukan pengawalan-pengawalan isu.
“Rencananya, kita bakal adakan sebuah proyek propaganda yang kita kemas di dalam sinematografi lah kalau bisa atau film-film pendek dan sifatnya itu berkelanjutan. Saya rencananya bikin per episode dari awal sampai terakhir kalau bisa. Hal ini nantinya yang bakal menjadi hal baru yang bisa dijadikan sebagai branding-nya juga teman-teman di lembaga untuk kemudian bisa melakukan pengawalan-pengawalan isu,” tambahnya.
Untuk Kementerian Pengabdian Masyarakat, Eja menjelaskan pentingnya peran kementerian ini nantinya untuk memaksimalkan pengambidan kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Ini (baca: Kementerian Pengabdian Masyarakat) sudah ada di beberapa periode sebelumnya, Cuma kita peradakan lagi karena saya rasa konsep Tri Dharma Pergeruan Tinggi yang kemudian hadir pada hari ini itu perlu kita realisasikan di sebuah kementerian untuk dijadikan sebuah program kerja,” jelasnya.
Selain tiga kementerian sebelumnya, dirinya juga akan menghadirkan Kementerian Keuangan yang dirancang tidak hanya mengurusi persoalan administratif terkait keuangan, tetapi akan menjadi wadah pencarian dana kreatif bagi BEM Kema FPsi UNM ke depannya.
“Yang menjadi pembeda dari Kementerian Keuangan sebelumnya, saya mau ada pembaharuan, nantinya di samping memeriksa persoalan-persoalan keuangan, juga bisa lebih fleksibel untuk misalnya membuat kerjasama kontrak dengan sponsor-sponsor yang bisa menguntungkan internal,” jelasnya.
Sebagai penutup, Eja berharap agar calon fungsionaris dapat totalitas dalam bekerja. Tidak hanya sekedar menjalankan program, tetapi diharapkan calon fungsionaris dapat menjadikan BEM Kema FPsi UNM sebagai wadah pengembangan diri salah satunya dalam mengasah kemampuan manajemen waktu.
“Harapan saya, calon anggota nantinya betul-betul bisa totalitas di dalam (baca: BEM Kema FPsi UNM). Jangan sampai teman-teman nantinya hanya sekedar menjalankan program saja, tapi saya mau ada hasil atau impact yang teman-teman dapatkan. Saya juga sedikit sampaikan bahwa ketika rasa ketakutan kita untuk mendaftar di dalam sebuah organisasi karena persoalan tidak bisa manajemen waktu dan lain sebagainya, (baca: justru) dari sinilah kita kemudian bisa belajar bagaimana caranya memprioritaskan sebuah hal. Jadi dari sinilah kita belajar bagaimana bisa manage kegiatan-kegiatan selama berorganisasi,” tutupnya.
(GRX)