Bungkam melaung anak hawa
Ingin buat karya namun tak tahu harus tulis apa
Lupa apa itu kata
Lupa apa itu sastra
Gundah gulana mengajuk terluka
Dibodohi dunia
Dibodohi perkataan manusia
Berlagak bak pujangga
Namun nyatanya hanyalah sampah
Kemudian hawa mengenal dua jenis manusia,
Yang pertama
Sumpah setia ia beri kepada sang lembaga
Janji manis ia tulis dalam berita
Sumpah serapah ia simpan menjadi luka
Dungu dan munafik ia serba bisa
Kepada manusia kedua,
Manusia yang tak lekang pada masanya
Jatuh pada lembaga ia beri segalanya
Menulis puisi bak cacian ia ahlinya
Umpatan ia tebar bagaikan pesonanya
Lihai berkata lihai pula melengking bak lumba-lumba
Yang pergi biarlah mereka lalu lalang
Kita tahu cinta terbaik akan selalu pulang
Jika mereka tak kunjung datang
Maka mereka hanyalah sebuah kisah yang tersimpan dan hanya untuk dikenang