LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

PIA 2026 Hadir, BEM Kema FPsi UNM Buka Pendaftaran Sukarelawan

follow:

Pamflet Open Recruitment Volunteer PIA 2026
Sumber: Dok. BEM Kema FPsi UNM

Psikogenesis, Minggu (28/12) – Kementerian Pengabdian kepada Masyarakat (Kemenpema) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar Psychology in Action (PIA) 2026 di Dusun Lantaboko, Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua periode yaitu Rabu-Selasa (07-13/01) dan Minggu-Sabtu (5-11/07) mendatang.

PIA 2026 merupakan program kerja pengabdian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan psikologis masyarakat. Kegiatan ini mengusung tema “Merangkai Kisah, Merajut Mimpi” dan mencakup berbagai program pengabdian seperti mengajar literasi dan numerasi, edukasi pola hidup bersih dan kesehatan, pendampingan anak, lomba edukatif, outbound, serta kegiatan sosial lainnya.

Andi Nabilah Annisa selaku salah satu Penanggung Jawab (PJ) PIA 2026 menjelaskan bahwa Kemenpema akan membuka kesempatan bagi masyarakat Kema FPsi UNM yang ingin berpartisipasi sebagai sukarelawan dengan berbagai manfaat yang bisa diperoleh. Pendaftaran tersebut direncanakan akan diperpanjang hingga Senin (29/01) mendatang dengan target peserta hingga 25 orang.

“Kemungkinan pendaftaran diperpanjang sampai tanggal 29. Targetnya 20 sampai 25 orang. Volunteer nantinya akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian dan punya benefit meliputi pengalaman pengabdian langsung dan juga pengalaman yang relevan dengan ilmu psikologi, pengembangan empati dan soft skill, sertifikat, serta relasi,” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Nisa.

Selain itu, Nisa menegaskan bahwa sukarelawan tidak diwajibkan mengikuti kedua periode pengabdian. Sukarelawan dapat memilih periode pengabdian sesuai dengan kesiapan dan komitmen masing-masing.

“Volunteer tidak wajib ikut kedua periode, nanti diminta pilih periode sesuai kesiapan dan komitmen masing-masing,” tegasnya.

Lanjut, Nisa menjelaskan bahwa calon sukarelawan akan melalui proses seleksi melalui pembekalan. Seleksi tersebut akan dinilai berdasarkan kehadiran serta komitmen calon sukarelawan. Setelah dinyatakan lolos, sukarelawan akan mengikuti rapat teknis dan pembagian peran sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Setelah pendaftaran, volunteer menunggu pengumuman seleksi. Penilaiannya berdasarkan kehadiran dan komitmen calon dengan menghadiri pembekalan sebelum PIA, volunteer yang lolos akan ikut pembekalan, technical meeting, serta pembagian peran sebelum pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Selain itu, Nisa juga menyampaikan bahwa PIA 2026 tidak menggunakan sistem kepanitiaan sehingga proses pelaksanaan kegiatan akan menjadi tanggung jawab kolektif bersama antara pengurus BEM Kema FPsi UNM khususnya Kemenpema bersama para sukarelawan.

“Tidak pakai sistem kepanitiaan, seluruh kegiatan dikelola pengurus BEM khususnya Kemenpema bersama volunteer, sehingga volunteer tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.

Sebagai penutup, Nisa mengajak seluruh masyarakat Kema untuk berpartisipasi dan berharap agar PIA 2026 mampu berdampak nyata pada masyarakat dan menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna pada sukarelawan.

“Harapannya dapat berjalan lancar, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat khususnya dalam aspek edukasi, kesehatan dan kesejahteraan psikologis, serta menjadi pengalaman bermakna bagi volunteer. Kami mengajak seluruh masyarakat Kema untuk berani terlibat, berkontribusi,” tutupnya.

(RBN)

Informasi lengkap mengenai kegiatan PIA 2026 dapat menghubungi langsung kontak di bawah ini:
085399819946 (Nisa)
082235591710 (Raihan)

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts