
Pamflet Kegiatan PIA dengan Tema Merangkai Kisah, Merajut Mimpi
Sumber: Dok. Pribadi
Psikogenesis, Jumat (09/01) β Kementerian Pengabdian kepada Masyarakat (Kemenpema) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) Periode 2025-2026 resmi membuka program Psychology in Action (PIA) 2026 di Ruang BB 107 FPsi UNM pada Senin (05/01) lalu. Pembukaan ini dihadiri oleh Wakil Dekan (WD) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Pengurus BEM Kema FPsi UNM, Pengurus Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM) FPsi UNM, serta calon sukarelawan PIA 2026.
PIA merupakan program pengabdian masyarakat yang dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui program PIA, mahasiswa yang tergabung sebagai sukarelawan akan terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian, mulai dari edukasi psikologis, pendampingan masyarakat, hingga kegiatan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi pengabdian.
Pembukaan PIA 2026 ini turut dirangkaikan dengan pembekalan kepada para sukarelawan yang akan dilaksanakan mulai dari Senin hingga Selasa (05-06/01). Pembekalan disajikan dengan pemberian materi berupa pembekalan komunikasi dan etika dalam volunteering, yang dilengkapi dengan role play untuk meningkatkan kesiapan volunteer di lapangan.
(Baca berita sebelumnya: https://psikogenesis.org/pia-2026-hadir-bem-kema-fpsi-unm-buka-pendaftaran-sukarelawan/)
Setelah melalui proses konfirmasi dan seleksi, PIA 2026 diikuti sebanyak 12 sukarelawan.
Muh. Nurhidayat Nurdin selaku WD III mewakili segenap pimpinan fakultas mengapresiasi atas berjalannya program PIA dan berharap program ini dapat memberikan manfaat dan memperkuat eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
βAtas nama pimpinan fakultas, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mempercayakan mahasiswa FPsi UNM untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan memperkuat eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,β ungkapnya.
Sebagai penutup, Dayat berharap agar PIA 2026 mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bukan hanya kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial, tetapi memberikan perubahan nyata di tengah masyarakat.
βHarapan kami (baca: Pimpinan FPsi UNM), kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan perubahan nyata di tengah masyarakat. Dari yang sebelumnya kurang efektif menjadi lebih efektif, dari yang sebelumnya kurang optimal menjadi lebih baik,β tutupnya.
(MNR)












