LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

PLT 2026 Resmi Ditutup, Ahsan dan Anisa Raih Predikat Peserta Terbaik

follow:

Foto Peserta Terbaik PLT 2026

Sumber: Dok. Panitia

Psikogenesis, Sabtu (28/02) – Psychology Leadership Training (PLT) 2026 bertajuk “From Insight to Impact” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) telah resmi ditutup dengan mengumumkan dua peserta terbaik di Aula Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas), Bengo-Bengo pada Jumat hingga Minggu (13-15/02) lalu.

(Baca Berita Sebelumnya: Usung Tema “From Insight to Impact”, PLT 2026 Sukses Digelar)

Kegiatan yang merupakan wujud Pendidikan Dasar (LK 1) FPsi UNM ini dilaksanakan dalam beberapa rangkaian. Awalnya, PLT 2026 dibuka dengan Psychoknowledge yang merupakan agenda pemaparan materi dasar-dasar kepemimpinan yang dilaksanakan di Gedung Phinisi UNM pada Jumat hingga Minggu (30-31/01-01/02) lalu. Selanjutnya, peserta melaksanakan Analisis Sosial (Ansos) guna mengumpulkan data terkait permasalahan yang ada di lingkungan FPsi UNM selama dua pekan yaitu Senin hingga Kamis (02-12/02) lalu.

Terakhir, peserta melaksanakan Final Day yang merupakan agenda Mancakrida dan pemaparan hasil Ansos di Hutan Pendidikan Unhas, Bengo-Bengo pada Jumat hingga Minggu (13-15/02) lalu. Kegiatan ditutup dengan mengumumkan Ahsan Anugrah sebagai Peserta Putra Terbaik dan Anisa Afatya sebagai Peserta Putri Terbaik pada PLT 2026.

Nurul Annisa selaku Menteri Pendidikan dan Pelatihan (Mendiklat) BEM Kema FPsi UNM menerangkan bahwa mekanisme penentuan peserta terbaik didasarkan pada akumulasi nilai tertinggi di setiap agenda.

“Penentuan peserta terbaik dilihat dari peserta dengan perolehan nilai tertinggi di setiap agendanya. Beberapa agenda yang dinilai langsung oleh kakak damping seperti pada agenda Ansos dan outbound (Baca: Mancakrida). Adapun Divisi Kesekretariatan yang menilai selama agenda materi dan melakukan rekap di keseluruhan agenda, hingga kemudian dikembalikan ke Diklat untuk pembobotan di setiap agenda sesuai dengan yang tertera dalam kurikulum PLT 2026,” terangnya.

Mahasiswi yang akrab disapa Nisa itu juga menambahkan bahwa pengumuman peserta terbaik merupakan bentuk apresiasi atas usaha peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung dengan menyerahkan sertifikat peserta terbaik.

“Pengumuman dilakukan saat agenda penutupan sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang telah diberikan oleh peserta terbaik selama rangkaian kegiatan ini berlangsung dan diberikan penyerahan sertifikat,” tambahnya.

Dari sisi peserta, Ahsan Anugrah selaku peserta putra terbaik PLT 2026 mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti PLT berangkat dari ketertarikannya pada kegiatan kaderisasi sejak Sekolah Menengah Akhir (SMA). Ia mengaku tidak menyangka dapat terpilih sebagai peserta putra terbaik di PLT 2026.

“Motivasinya sebenarnya karena dari SMA saya sudah ikut Pramuka dan saya enjoy (baca: menikmati) ikut agenda pengkaderan. Awalnya tidak menyangka sama sekali bakal jadi peserta terbaik, karena menurutku masih ada yang lebih pantas,” ungkapnya.

Peserta yang kerap disapa Accang ini juga menyampaikan pengalaman berkesannya selama PLT 2026 yaitu ketika kelompoknya menjadi yang paling terakhir bergerak, sehingga dirinya harus melewati pos agenda mancakrida di malam hari dan dalam kondisi hujan.

”Pengalaman yang menurut saya paling berkesan adalah ketika outdoor melewati tiga pos, karena jalur yang licin full menurun dan karena saya kelompok terakhir, jadi kami keluar jam lima sore hingga kami kedapatan malam dan hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Anisa Afatya selaku Peserta Putri Terbaik PLT 2026 mengaku terharu dan bangga atas pencapaiannya sebagai peserta putri terbaik. Ia menilai dukungan kelompok menjadi faktor penting selama proses berlangsung.

“Sebenarnya tidak pernah berharap jadi peserta terbaik, tapi saya bangga dan terharu. Banyak dukungan dari anggota kelompok saya yang selalu saling menyemangati,” ujarnya.

Mahasiswi yang akrab disapa Isa ini mengungkapkan bahwa jadwal yang padat dan perbedaan pendapat dalam kelompok menjadi tantangan dalam menjalani seluruh agenda PLT 2026.

“Tantangannya itu agak sulit dan hectic untuk seimbangkan antara kelas atau tugas akademik dengan kegiatan ini. Karena di sini banyak kepala, pikiran, dan ego yang perlu disatukan, jadi hal yang menjadi tantangan pas mau ambil keputusan, memahami satu sama lain, dan menerima kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, Isa menyampaikan bahwa berkat PLT 2026, dirinya belajar beberapa hal seperti melatih kesabaran dan inisiatif.

“Lebih ke belajar latih kesabaran, belajar gimana caranya kita untuk lebih inisiatif, karena kita tidak bisa selalu berharap dan bergantung sama orang lain, dan belajar saling memahami satu sama lain,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Putri Aidha selaku Koordinator Acara PLT 2026 berharap seluruh Peserta PLT 2026 dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperoleh serta terus berkembang menjadi kader yang aktif dan berkontribusi di lingkungan kampus.

“Semoga capaian ini tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkembang, berkontribusi aktif di lingkungan kampus, serta menjadi contoh dan inspirasi bagi peserta lainnya. Kami (Baca: Panitia PLT 2026) berharap mereka (baca: Peserta PLT 2026) dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam peran dan tanggung jawab ke depannya,” tutupnya.

(005)

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Nyaris

Ilustrasi “Nyaris” Sumber: Pinterest °❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔*:・ Kita bermula dari tak sengaja. Dari langkah yang berpapasan tanpa niat, dari sapaan yang tak

Rain: Langkah di Atas Kaca

Ilustrasi “Rain: Langkah di Atas Kaca” Sumber: Pinterest ⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒⭒ Halo semua, Namaku Rain. Tentu saja ini adalah nama samaran. Melalui