
Flyer Webinar Pelatihan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Sumber: Dok. Panitia
Psikogenesis, Rabu (26/10) – Tim Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi orang tua siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) Pertiwi Makassar melalui Zoom Meeting pada Minggu (05/10) lalu.
Tim yang terdiri dari Eka Sufartianinsih Jafar selaku Ketua Tim Pengabdi dan Wilda Ansar selaku Anggota Tim Pengabdi. Kegiatan ini dihadiri hingga 31 peserta muali dari Orangtua siswa hingga Guru SD Pertiwi Makassar. Selain pemaparan materi, pelatihan ini turut menghadirkan sesi sharing season dari guru pendamping mengenai pengalaman mereka mendampingi siswa ABK di SD Pertiwi Makassar selama ini.
Eka Sufartianinsih Jafar selaku Ketua Tim Pengabdi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan guru mengenai pentingnya mendeteksi tanda-tanda awal ABK, mengingat setiap tahun SD Pertiwi menerima siswa ABK dengan karakteristik yang beragam.
“Kegiatan ini ibuat sebagai wujud kepedulian tim pengabdi mengenai pentingnya orang tua dan guru mengetahui deteksi dini agar dapat penanganan yang tepat sehingga dapat mengoptimalkan potensi dan kemampuan ABK. SD Pertiwi tiap tahunnya menerima siswa ABK yang beragam dan masih minimnya pemahaman orang tua dan guru terkait bagaimana mendeteksi dan mengenali tanda-tanda siswa ABK,” ungkapnya.
Dosen yang akrab disapa Eka tersebut juga menambahkan bahwa peserta yang hadir menunjukkan antusiasme sepanjang kegiatan, utamanya pada saat sesi diskusi berlangsung.
“Kegiatan berjalan lancar, selama kegiatan peserta cukup antusias dalam bertanya dan menyimak materi yang diberikan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Eka berharap pelatihan tersebut dapat berlanjut dengan kegiatan yang lebih teknis, termasuk penggunaan instrumen deteksi dini.
“Kami ingin kegiatan dapat berlanjut mengajarkan step-by-step menggunakan instrumen bagi guru dan orang tua di SD Pertiwi maupun dapat dilakukan di sekolah lainnya,” tutupnya.
(RBN)












