LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Mahasiswa Psikologi UNM Terapkan Psikoedukasi bagi Warga Binaan Perempuan di Rutan Makassar

Dokumentasi Foto Bersama pada Kegiatan KKP di Rutan Kelas 1 Makassar

Sumber: Dok. Pribadi

Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penerapan Psikoedukasi dan Teknik Mindfulness Breathing pada Warga Binaan Perempuan” di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar pada Jumat, (16/05). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis sekaligus meningkatkan kemampuan regulasi emosi warga binaan perempuan selama menjalani masa pembinaan.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi psikologis warga binaan yang rentan mengalami stres, kecemasan, overthinking, kesulitan tidur, hingga tekanan emosional akibat keterbatasan lingkungan rutan dan keterpisahan dari keluarga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan pendekatan berupa psikoedukasi kesehatan mental dan latihan mindfulness breathing.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan stres, kesadaran emosi, serta pentingnya menjaga kesehatan mental. Setelah itu, peserta mengikuti sesi mindfulness breathing selama kurang lebih 15–20 menit dengan suasana yang tenang dan kondusif. Peserta diarahkan untuk memusatkan perhatian pada tarikan dan hembusan napas guna membantu mereka lebih sadar terhadap kondisi tubuh dan emosi yang dirasakan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak warga binaan mengaku merasa lebih rileks, tenang, dan nyaman setelah mengikuti latihan pernapasan sadar tersebut. Beberapa peserta juga menyampaikan bahwa mereka menjadi lebih mampu mengenali emosi dan tidak terlalu terbawa oleh pikiran negatif.

Selain sesi relaksasi, peserta juga diberikan kesempatan untuk menuliskan harapan dan tujuan hidup setelah bebas nanti. Sebagian besar peserta menuliskan keinginan untuk berkumpul kembali bersama keluarga, memperbaiki kehidupan, serta menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Naurah Zhafira Maudhini selaku Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa mindfulness breathing dipilih karena merupakan teknik sederhana yang mudah diterapkan kapan saja dan dapat membantu individu menjadi lebih tenang ketika menghadapi tekanan emosional.

“Melalui latihan pernapasan sadar ini, kami berharap warga binaan perempuan dapat memiliki ruang untuk mengenali emosi mereka, merasa lebih tenang, serta memiliki keterampilan sederhana dalam mengelola stres sehari-hari,” ujarnya.

Mahasiswa yang kerap disapa Naurah itu juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa psikologi terhadap kesehatan mental warga binaan perempuan yang sering kali luput dari perhatian masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi warga binaan perempuan untuk mengenali emosinya serta belajar menenangkan diri melalui teknik sederhana seperti mindfulness breathing. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu mereka merasa lebih tenang dan memiliki harapan positif untuk masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Avra Aviva Zahra selaku pelaksana lainnya juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat bermakna bagi tim pelaksana maupun peserta kegiatan.

“Saat mendengarkan cerita dan harapan dari para warga binaan, kami belajar bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan memperbaiki diri. Kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan materi, tetapi juga tentang menghadirkan empati dan dukungan emosional,” ungkapnya.

Terakhir, Khairunnisa selaku pelaksana lainnya mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk dukungan kesehatan mental bagi warga binaan perempuan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar warga binaan memiliki ruang untuk belajar mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental selama menjalani masa pembinaan,” tutupnya.

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts