
Pamflet Kunjungan Kerja Edukasi BEM Kema FPsi UNM
Sumber: Dok. BEM Kema FPsi UNM
Psikogenesis, Kamis (30/04) – Kementerian Pengabdian Masyarakat (Kemenpema) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan melaksanakan kunjungan kerja edukasi bersama Berdaur.id di Workshop Berdaur.id pada Minggu (03/05) mendatang.
Kegiatan ini terdiri atas beberapa rangkaian meliputi pengenalan Berdaur.id, pemberian materi terkait pengolahan dan pemanfaatan limbah plastik, hingga praktik pembuatan kerajinan tangan dari bahan daur ulang.
Rais Setiawan selaku penanggung jawab kegiatan mengungkapkan bahwa kunjungan kerja edukasi merupakan sarana pembelajaran bagi mahasiswa FPsi UNM melalui praktik langsung di lapangan. Bekerja sama dengan Berdaur.id, Kemenpema BEM Kema FPsi UNM berencana berfokus untuk meningkatkan kesadaran serta wawasan mahasiswa dalam pengelolaan limbah melalui daur ulang.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan limbah, mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan bahan daur ulang, serta memberikan pengalaman belajar yang aplikatif,” ungkapnya.
Mahasiswa yang akrab disapa Rais itu menambahkan bahwa kegiatan ini peserta kegiatan ini akan mendapatkan beberapa manfaat seperti peningkatan pengetahuan, pengalaman dalam mengolah limbah, hingga hasil kerajinan daur ulang yang dapat dibawa pulang.
“Peningkatan wawasan peserta, hasil kerajinan tangan dari bahan daur ulang, pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kemudian, Rais menjelaskan bahwa kegiatan ini mengalami perubahan konsep dibandingkan dengan pelaksanaan kunjungan kerja edukasi sebelumnya. Perubahan tersebut merupakan pengembangan kegiatan yang lebih interaktif serta peningkatan efektivitas pelaksanaan.
“Kegiatan ini telah pernah dilaksanakan sebelumnya. Pada pelaksanaan kedua ini, terdapat pengembangan pada konsep kegiatan, seperti penambahan praktik yang lebih interaktif serta penyempurnaan alur kegiatan agar lebih efektif dan menarik,” jelasnya.
Akhir kata, Rais berharap agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu mengelola limbah secara mandiri.
“Harapannya, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang maksimal bagi peserta, serta mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta dalam mengelola limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna,” tutupnya.
(RBN)











