LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Mahasiswa UNM Gelar Pelatihan Barista bagi Klien Bapas

Foto Bersama Peserta Pelatihan
Sumber: Dok. Pribadi

Tim Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) Proyek Kemanusiaan Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar menyelenggarakan kegiatan pelatihan keterampilan barista bagi klien pemasyarakatan pada Rabu (13/05) lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan kemandirian untuk meningkatkan keterampilan kerja dan kesiapan klien pemasyarakatan dalam menghadapi dunia kerja setelah kembali ke masyarakat.

Surianto selaku Kepala Bapas Kelas I Makassar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim FPsi UNM atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Surianto menjelaskan bahwa pembinaan keterampilan kerja menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena dapat memberikan bekal keterampilan kepada klien pemasyarakatan. Setelah kembali ke masyarakat mereka memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang kerja maupun usaha mandiri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan mengenai dasar-dasar profesi barista, pengenalan alat kopi, teknik penyeduhan, hingga cara memberikan pelayanan kepada pelanggan. Setelah sesi materi, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara membuat minuman kopi dengan pendampingan dari pemateri.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat. Beberapa peserta antusias mencoba teknik penyeduhan kopi dan bertanya mengenai peluang membuka usaha kafe. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi hal baru yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari secara langsung.

Andi Asnidar Azis selaku Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa Bapas Kelas I Makassar menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan seperti ini sangat penting untuk membantu meningkatkan motivasi dan kesiapan kerja klien pemasyarakatan. Menurutnya, keterampilan praktis menjadi salah satu kebutuhan yang dapat membantu klien lebih percaya diri ketika kembali menjalani kehidupan sosial di masyarakat.

“Kami melihat peserta sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Pelatihan seperti ini sangat membantu karena peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang bisa menjadi bekal untuk bekerja ataupun membuka usaha setelah selesai menjalani pembinaan,” jelasnya.

Andi Nurfadhilah Roskar selaku mahasiswa BKP Bapas Kelas I Makassar mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan, tetapi juga untuk membantu peserta melihat adanya peluang dan harapan baru di masa depan.

“Kami ingin peserta merasa bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkarya setelah kembali ke masyarakat. Melalui keterampilan barista ini, kami berharap peserta bisa melihat adanya peluang usaha maupun pekerjaan yang dapat membantu mereka menjadi lebih mandiri,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Davina Aulia Darsan juga menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu bentuk dukungan sosial dan pemberdayaan bagi klien pemasyarakatan. Davina menilai bahwa keterampilan kerja dapat membantu peserta lebih siap menghadapi tantangan sosial maupun ekonomi setelah menjalani masa pembinaan.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan satu hari saja, tetapi bisa menjadi awal munculnya motivasi baru bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Keterampilan sederhana seperti barista bisa menjadi langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Salsa Sania Putri selaku mahasiswa BKP Bapas Kelas I Makassar menambahkan bahwa pelatihan barista dipilih karena dinilai dekat dengan kebutuhan dunia kerja saat ini serta memiliki peluang usaha yang cukup luas. Menurutnya, keterampilan praktis seperti ini diharapkan dapat membantu peserta lebih siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang bisa diterapkan secara langsung oleh peserta. Keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan ataupun membangun usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Anggun salah satu peserta pelatihan juga mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya jadi tahu cara membuat kopi dan menggunakan alat-alat barista. Semoga keterampilan ini nantinya bisa saya gunakan untuk bekerja ataupun membuka usaha kecil,” ungkapnya.

 

 

(ASA)

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts