
Foto Bersama Muswil IPK Indonesia Wilayah Sulsel
Sumber: Dok. Panitia
Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Ramedo, Kota Makassar pada Sabtu (16/05) lalu. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Organisasi dan Penguatan Kompetensi: Meneguhkan Peran Psikolog Klinis yang Adaptif dan Berdampak”. Muswil ini terdiri dari kegiatan utama yaitu Muswil yang menetapkan kepengurusan baru periode 2026 – 2030 dan kegiatan ilmiah yang masih dalam tahap perancangan.
IPK Indonesia adalah organisasi profesi tenaga kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, berbadan hukum sejak 2017 (SK AHU-0014545.AH.01.07), dengan lebih dari 4.000 anggota psikolog klinis di 32 wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, dan berpraktik di fasilitas kesehatan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, serta berbagai instansi lainnya.
Muswil IPK Indonesia Wilayah Sulsel secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Evii Mustikawati Arifin. Dalam sambutannya, beliau menekankan peran Psikolog klinis yang berperan penting dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.
“Psikolog klinis memiliki peran sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan mental di masyarakat khususnya wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Selain itu, Muswil juga dihadiri oleh Andi Fatmawati, sebagai pelaksana tugas Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Makassar, Nursidah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Provinsi Sulsel, Andi Erlina sebagai kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar, Ahmad Razak selaku Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Ahmad Ridfah selaku Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sulsel.
Dalam momen tersebut pula, pengurus IPK Indonesia Wilayah Sulsel periode 2022-2026 menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Sejumlah capaian program pada kepengurusan tersebut di antaranya webinar dan pengabdian masyarakat dalam bentuk psikoedukasi dan konseling. Selain itu, kepengurusan IPK Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan juga telah melaksanakan kerjasama lintas sektor dengan beberapa mitra, baik di tingkat Provinsi Sulsel maupun di tingkat kabupaten/kota. Mitra tersebut antara lain Dinas Kesehatan, Dinas PPA, UPT PPA.
Dalam momen rutin empat tahunan tersebut, salah satu Psikolog resmi, Evy Rakryani ditetapkan sebagai Ketua IPK Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan periode 2026 – 2030. Ketua terpilih menyampaikan komitmen untuk menjadikan organisasi IPK Wilayah Sulsel sebagai rumah bersama dan tempat bertumbuh untuk rekan sejawat psikolog klinis agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya di wilayah Sulsel.
“Fokus utama yang akan dijalankan adalah mempercepat hadirnya layanan psikologi di fasilitas layanan kesehatan tingkat pratama (baca: puskesmas) di wilayah Sulawesi Selatan, sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan psikologi,” sampainya.












