
Pamflet Ucapan Selamat Kelolosan Tim FPsi UNM Pada Ajang PIMNAS 2026
Sumber: Dok. FPsi UNM
Psikogenesis, Senin (02/11) – Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk menanti sebuah pencapaian kembali terulang. Sejak terakhir kali mengirimkan perwakilan pada 2021, Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) akhirnya kembali menapakkan langkah di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).
Kabar kelolosan tersebut menjadi momen yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Adrian dan rekan setimnya. Berawal dari ketertarikan terhadap dunia penelitian, perjalanan yang mereka mulai dengan berbagai keterbatasan justru mengantarkan mereka ke ajang ilmiah bergengsi tingkat nasional.
Adrian selaku ketua tim mengaku tidak menyangka ketika mengetahui penelitian mereka berhasil melaju hingga PIMNAS. Di balik rasa senang itu, tersimpan kebanggaan karena dapat kembali membawa nama Psikologi UNM ke panggung nasional setelah penantian panjang.
“Terakhir itu Psikologi masuk ke PIMNAS tahun 2021, dan sekarang masuk lagi di tahun 2026. Sungguh ada rasa kebanggaan sendiri bisa mewakili Psikologi,” tuturnya.
Jalan menuju pencapaian itu rupanya tidak semudah yang terlihat. Adrian mengisahkan bahwa perjuangan mereka telah dimulai sejak sekitar sepuluh bulan lalu, dari menyusun proposal di tingkat fakultas, mengikuti seleksi universitas, hingga melewati tahapan pendanaan dan penilaian. Terlebih, ketika pertama kali mengikuti PKM, mereka didominasi mahasiswa yang masih semester tiga. Sehingga pengetahuan mengenai metode penelitian yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang baru pertama kali terjun ke kompetisi ini.
“Tantangan mungkin karena kita (baca: tim) masih semester tiga dan belum tahu banyak tentang metode penelitian. Itu mungkin jadi tantangan terbesarnya. Apalagi ini pertama kalinya ikut PKM dan langsung lulus PIMNAS,” jelas Adrian.
Perjalanan hampir setahun itu juga harus dijalani beriringan dengan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Di tengah perkuliahan yang terus berjalan, tim tetap dituntut menyelesaikan berbagai tahapan penelitian demi mempertahankan peluang mereka menuju PIMNAS.
Cerita serupa datang dari Aaisyah Hafshah Rafie, atau yang akrab disapa Ica. Sebagai anggota tim, dirinya merasakan langsung bagaimana kegiatan PKM kerap berbenturan dengan jadwal akademik yang padat, mulai dari praktikum, tugas perkuliahan, hingga pengambilan data penelitian PKM. Dengan berbagai kesibukan tersebut, kabar kelolosan ke PIMNAS menjadi kejutan yang membahagiakan bagi Ica.
“Paling karena bertabrakan dengan tugas akademik, belum lagi praktikum-praktikum, begitu turun lapangan, dan di sisi lain harus turun juga ambil data untuk PKM. Tapi pastinya senang sekali karena tidak menyangka juga bakal lulus dengan tim, tapi alhamdulillah ternyata lulus,” ujarnya.
Sementara itu, Adrian menyadari bahwa mereka akan bersaing dengan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi besar, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Meski demikian, dirinya tetap berharap perjalanan panjang timnya dapat berakhir dengan hasil yang membanggakan.
“Harapanku mudah-mudahan bisa membawa pulang medali” harap Adrian. Ia juga berharap keberhasilan ini menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak mahasiswa Psikologi UNM untuk melangkah hingga PIMNAS pada tahun-tahun berikutnya, harapnya.
(SOFIE)










