LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Guru di Makassar Ikuti Pelatihan Guna Bangun Sikap Positif dan Efikasi Diri

Foto Bersama Pelatihan AKSI

Sumber: Dok. Pribadi

Tim Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kapasitas Guru Inklusi melalui Pelatihan Akselerasi Kesiapan Guru untuk Pendidikan Inklusif (AKSI)” guna mendukung penyelenggaraan pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Makassar pada Selasa (09/06).

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan perwakilan guru dari beberapa sekolah berbeda, yaitu SMP Negeri 10 Makassar, SMP Negeri 52 Makassar, SD Negeri Kalukuang 1, SD Negeri Kalukuang 3, dan SD Negeri Kalukuang 4. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang sekolah ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif di lingkungan sekolah masing-masing.

Tim pengabdi dalam kegiatan ini terdiri dari dua orang dosen FPsi UNM yang diketuai oleh Amirah Aminanty Agussalim dan beranggotakan Eva Meizara Puspita Dewi. Selain tim pengabdi, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Rizkia Hidayati yang memberikan materi mendalam mengenai strategi psikologis dan teknis dalam menjaring dukungan dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi. Kegiatan ini mendapatkan pendanaan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNM tahun 2026.

Pelatihan AKSI dirancang sebagai program penguatan kapasitas guru untuk menghadapi tantangan pembelajaran di kelas yang heterogen dengan tiga tujuan utama yaitu:

  1. Membentuk sikap positif guru terhadap praktik pendidikan inklusif agar lebih terbuka terhadap keberagaman.
  2. Membangun jejaring dengan berbagai stakeholder dan ahli yang dapat mendukung terselenggaranya pendidikan inklusi secara berkelanjutan.
  3. Meningkatkan kompetensi teknis serta efikasi diri guru dalam manajemen kelas inklusi yang efektif.

Selama pelaksanaan kegiatan, para narasumber memberikan pemaparan materi mengenai konsep dasar pendidikan inklusi, dukungan sosial yang dapat membantu implementasi pendidikan inklusi, hingga teknik manajemen kelas yang responsif terhadap kebutuhan individu siswa. Diskusi interaktif menjadi bagian penting dari sesi ini, di mana para peserta dapat berkonsultasi langsung mengenai kasus nyata yang mereka hadapi di sekolah.

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif. Dukungan dari pihak SMP Negeri 10 Makassar turut memastikan seluruh rangkaian pelatihan berlangsung secara efektif. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan Pelatihan AKSI ini mendapatkan umpan balik yang positif dari para peserta. Para guru menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pendidikan inklusi, memperkuat pemahaman tentang karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif di kelas. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan tingginya komitmen guru dalam mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang lebih inklusif.

Salah satu Guru SMPN 10 Makassar, EY mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan pelatihan ini sangat relevan dan dibutuhkan tenaga pendidik.

“Bagus sekali kegiatan pelatihannya ini karena kami juga sebagai guru butuhki pelatihan inklusi yang seperti ini, jarang dibahas tapi sebenarnya urgent (baca:penting) ki,” Ujarnya.

Melalui pengabdian ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing untuk mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan setara bagi seluruh anak bangsa. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran aktif akademisi FPsi UNM dalam berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif di Kota Makassar.

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts