LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Fitri Cahaya Terpilih menjadi Koordinator Wilayah VI ILMPI

follow:

Fitri Cahya

Sumber: Dok. Pribadi

Psikogenesis, Kamis (06/08) – Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) terpilih menjadi Koordinator Wilayah VI Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) periode 2026/2027 dalam forum Musyawarah Wilayah (Muswil) ILMPI WILAYAH V yang dilaksanakan di Menara Bosowa dan Zoom Meeting pada Sabtu-Sabtu (07-21/06) lalu.

Fitri Cahaya atau yang akrab disapa Cahya selaku mahasiswa FPsi UNM mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan sebagai Koordinator Wilayah VI ILMPI, serta menganggap amanah tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi mahasiswa psikologi di Wilayah VI.

β€œAlhamdulillah, tentu saya merasa sangat bersyukur dan bangga karena diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah VI ILMPI. Di sisi lain, saya juga menyadari bahwa amanah ini membawa tanggung jawab yang besar. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswa psikologi di Wilayah VI,”ungkapnya.

Cahya menuturkan bahwa persiapannya untuk mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah VI telah dimulai sejak aktif berorganisasi dengan membangun pengalaman kepemimpinan, meningkatkan kemampuan komunikasi dan manajemen tim, memperluas relasi, serta berdiskusi dengan para senior dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

β€œPersiapan yang saya lakukan bukan hanya menjelang pemilihan, tetapi sudah dimulai sejak saya aktif dalam organisasi. Saya berusaha membangun pengalaman kepemimpinan, meningkatkan kemampuan komunikasi, manajemen tim, serta memperluas relasi dengan berbagai kampus di Wilayah VI. Selain itu, saya juga banyak maminta arahan dan berdiskusi dengan kakak-kakak senior, mempelajari dinamika ILMPI, serta menyusun program yang benar-benar berangkat dari kebutuhan lembaga dan wilayah agar kepengurusan nantinya lebih relevan dan berdampak,”tuturnya.

Cahya juga menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan Koordinator Wilayah dimulai dari pencalonan, penyusunan visi dan misi, pemenuhan persyaratan administrasi, penyampaian grand design, uji kelayakan, hingga proses pemilihan dalam forum Musyawarah Wilayah.

β€œDimulai dari membangun kesiapan diri melalui pengalaman organisasi, kemudian mengikuti tahapan pencalonan sesuai mekanisme ILMPI yaitu menyusun visi dan misi, menyiapkan kelengkapan berkas sebagai delegasi calon kandidat, mengikuti sesi penyampaian grand design serta uji kelayakan dan melalui proses pemilihan dalam forum musyawarah wilayah. Semua tahapan tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga karena mengajarkan pentingnya kesiapan, tanggung jawab, dan komitmen,”jelasnya.

Lebih lanjut, Cahya menjabarkan visinya yaitu mewujudkan organisasi yang kolaboratif, adaptif, unggul dalam pengembangan keilmuan psikologi, serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat melalui penguatan sinergi kelembagaan, pengembangan kapasitas mahasiswa, dan perluasan kemitraan strategis.

β€œVisi saya yaitu mewujudkan ILMPI Wilayah VI sebagai organisasi mahasiswa psikologi yang kolaboratif, adaptif, unggul dalam pengembangan keilmuan psikologi, serta berdampak bagi masyarakat melalui penguatan sinergi kelembagaan, pengembangan kapasitas mahasiswa, dan perluasan kemitraan strategis,”jabar Cahya.

Cahya mengungkapkan bahwa langkah yang akan dilakukan ke depannya adalah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk memetakan kebutuhan setiap daerah, membentuk kepengurusan yang solid, menyusun program kerja yang relevan, serta membangun komunikasi yang terbuka guna menciptakan koordinasi yang efektif di Wilayah VI ILMPI.

β€œSesuai dengan rencana 100 hari kerja yang saya sampaikan pada pemaparan Grand Design saya kemarin. Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah melakukan konsolidasi dengan DPO, perwakilan tiap provinsi/daerah, dan seluruh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Psikologi di Wilayah VI untuk memetakan kebutuhan, potensi, dan tantangan yang ada di setiap kampus. Setelah itu, saya akan membentuk kepengurusan yang solid, menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan lembaga dan kondisi wilayah, serta membangun komunikasi yang terbuka agar koordinasi berjalan lebih efektif. Saya percaya bahwa kepengurusan yang kuat dimulai dari komunikasi yang baik dan rasa saling memiliki,”ungkapnya.

Terakhir, Cahya berharap kepengurusan ILMPI Wilayah VI dapat menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi seluruh pengurus, memperkuat kolaborasi antarlembaga eksekutif mahasiswa psikologi, serta menghadirkan kontribusi yang berkelanjutan bagi mahasiswa psikologi dan masyarakat.

β€œHarapan saya, kepengurusan ini dapat menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi seluruh pengurus, bukan hanya tempat menjalankan program kerja. Saya juga berharap ILMPI dapat menjadi wadah bagi seluruh Lembaga Eksekutif Mahasiswa Psikologi di Wilayah VI agar dapat semakin aktif berkolaborasi, saling mendukung, dan bersama-sama membawa dampak positif bagi semua mahasiswa psikologi dan masyarakat. Semoga kepengurusan ini mampu meninggalkan kontribusi yang berkelanjutan dan semakin memperkuat peran ILMPI sebagai wadah kolaborasi mahasiswa psikologi di Indonesia,”tutupnya.

(ONE)

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Our Love Has Gone Cold

Ilustrasi “Our Love Has Gone Cold” Sumber: Dok. Pribadi β€Žπ„ƒπ„‚π„‚π„€π„π„ƒπ„‚π„‚π„ƒπ„ƒπ„‚π„‚β€Žπ„ƒπ„‚π„‚π„€π„π„ƒπ„‚π„‚π„ƒπ„ƒπ„‚π„‚β€Ž asked you simple things and you answered, β€œI don’t know.”