
Potret Mubes Kema FPsi UNM Periode 2025-2026
Sumber: Dok. Panitia Mubes Kema
Psikogenesis, Kamis (10/09) – Perpanjangan Musyawarah Besar (Mubes) Keluarga Mahasiswa (Kema) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) tuai tanggapan dari Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2026-2027, memberikan tanggapan mengenai keputusan perpanjangan Mubes.
Andi Nabighah Azzahrah sebagai Presma terpilih memberikan tanggapannya mengenai keputusan perpanjangan pelaksanaan Mubes. Perpanjangan ini dinilai memiliki konsekuensi terhadap keberlanjutan periode kepengurusan berikutnya.
“Nah, untuk itu saya merasa jika ada perpanjangan waktu mubes, pasti akan semakin lama agenda Mubes dan disitu sebenarnya yang saya pikirkan adalah keberlanjutan dari periode depan yang akan semakin lama untuk bisa memulai. Tapi di satu sisi, kalau semisal Mubes dipaksakan untuk diselesaikan dengan ada kendala yang belum terselesaikan Itu juga bisa menjadi bumerang (baca: efek berbalik arah) untuk periode kedepannya,” jelasnya.
Meskipun dirinya belum terbilang memegang kewenangan penuh sebagai Persma, Nabighah juga merasa perlu memposisikan dirinya selaku Persma terpilih untuk tetap menjadi sosok yang mendukung penyelesaian Mubes yang berlangsung.
“Saya memposisikan diri sebagai orang yang mungkin akan melanjutkan saja, dikarenakan posisiku sekarang belum legal sepenuhnya. Jadi, yang kulakukan sejauh ini adalah bangun komunikasi dan minta konfirmasi terkait progres untuk penyelesaian kendala atau masalah yang ditemui,” sambungnya.
Sementara itu, Muh. Hendri Gunadi selaku Wapresma terpilih, menilai perpanjangan Mubes sebagai keputusan rasional dan konstitusional yang menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi.
“Saya rasa keputusan perpanjangan berdampak pada ritme kalender organisasi. Tetapi, itu sudah menjadi langkah rasional dan konstitusional yang harus kita hargai,” terangnya.
Hendri mengungkapkan bahwa kondisi ini dimanfaatkan sebagai masa persiapan internal sebelum memasuki kepengurusan baru.
“Saya rasa jelas sikap utama yang saya ambil adalah adaptif atau menyesuaikan dan proaktif. Penundaan Mubes bukan alasan untuk membekukan pergerakan, melainkan momentum yang tepat untuk mematangkan struktur internal kelembagaan sebelum benar-benar turun ke lapangan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Hendri berharap penyelesaian dapat segera dilakukan sesuai tenggat waktu yang telah disepakati.
“Harapan utama saya bertumpu pada integritas terhadap tenggat waktu yang telah disepakati bersama-sama dalam forum tudang sipulung yang sempat dilakukan sebelumnya. Saya sangat optimis rekan-rekan pengurus saat ini mampu menyelesaikan segala persoalan yang kemudian menyebabkan forum Mubes ini diperpanjang,” harapnya.
(CZY)












