LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Sambut Hari Buruh, ARM Gelar Aksi Guna Tingkatkan Kesejahteraan Buruh dan Pendidikan

follow:

Aksi Demonstrasi ARM

Sumber: Dok. LPM Psikogenesis

Psikogenesis, Selasa (05/05) – Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) gelar Aksi Demonstrasi bertajuk “Dua Luka dalam Satu Cita: Buruh dan Pendidikan” di Jalan Andi Pangeran Pettarani pada Jumat (01/05). Aksi ini mengusung isu utama yaitu “Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru Buruh dan Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing” dan memiliki 15 isu turunan diantaranya:
1. Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru pada Buruh
2. Hapuskan Sistem Kerja Outsourcing dan Kontrak
3. Wujudkan Upah Layak Nasional
4. Wujudkan Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Lokal
5. Tolak Dominasi Pekerja Asing
6. Hentikan Intimidasi Terhadap Aktivis Buruh
7. Tolak Militer di Ranah Sipil
8. Wujudkan Pendidikan Gratis
9. Sejahterahkan Tenaga Pendidik
10. Bubarkan MBG dan Koperasi Merah Putih Indonesia (KMPI)
11. Wujudkan Pemerataan Insfrastruktur & Fasilitas Pendidikan
12. Tertibkan Perusahaan Tambang Ilegal
13. Wujudkan Ruang Aman Bagi Pekerja Perempuan
14. Sejahtrahkan Rakyat Miskin Kota
15. Tegakkan Supremasi Hukum

Muammar Qadhafi selaku Jenderal Lapangan menjelaskan bahwa aksi berangkat dari persoalan hak-hak buruh khususnya tenaga pendidik yang masih belum terpenuhi. Permasalahan tersebut meliputi kondisi ekonomi yang belum sejahtera, pemotongan gaji, hingga pemutusaan kontrak secara sepihak. Selain itu, masih terdapat rakyat yang mengalami pemabatasan akses ekonomi yang berdampak pada terputusnya akses pendidikan.

“Kita mengangkat kasus hak-hak rakyat dan buruh, dan para kaum pendidikan. Banyak tenaga-tenaga pendidik yang secara kemampuan ekonomi juga masih sulit, kemudian ada rakyat terputus pendidikannya karena pembatasan secara nilai ekonomi. kemudian pemotongan gajian secara sepihak, keputusan kontrak secara sepihak,” jelasnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Ammar itu menegaskan bahwa tema aksi ini berfokus pada kesamaan permasalahan yang dialami oleh sektor pendidikan dan sektor buruh yakni kesejahtaran yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi dan masih terus diperjuangkan.

“Kita mempunyai dua luka yang sama dari buruh maupun pendidikan. Kita mempunyai satu cita yang sama, kesejahteraan ini kita inginkan. Namun kondisi realitasnya hari ini belum kita dapatkan,” tegasnya.

Lanjut, Ammar mengungkapkan bahwa penutupan akses jalan merupakan strategi untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perujuangan hak buruh dan pendidikan yang masih berlangsung hingga saat ini

“Kita menutup sepanjang jalan di pinggiran pettarani ini guna membangun atensi bahwa rakyat hari ini masih memperjuangkan hak-hak buruh dan hak-hak pendidikan, “ungkapnya.

Sebagai penutup, Ammar berharap agar seluruh tuntutan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Melalui aksi ini, buruh diharapkan mendapatkan kesejahteraan yang sepadan dengan kontribusinya terhadap perekonomian negara.

“Kami meminta bahwasanya pendidikan harus disejahterakan secara sepenuhnya. Begitu pun hak-hak buruh perlu dipenuhi secara sepenuhnya. Karena ekonomi yang ada di Indonesia secara garis besar itu ditunjang oleh pekerja-pekerja buruh. Namun secara hak yang diberikan tidak sepadan, makanya kita melihat buru hanya sebagai alat produk kekuasaan. Makanya harapan kami itu semua bisa diantensi oleh negara,” harapnya.

(RBN)

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts