
Foto Bersama Program Pemberdayaan Perempuan untuk Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan di Rumah Zakat Sulsel
Sumber: Dok. Pribadi
Psikogenesis, Jumat (10/07) – Tim Pengabdi Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Pemberdayaan Perempuan untuk Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan di Rumah Zakat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (19/06).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdi Bidang Sosial FPsi UNM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Tim dosen meliputi Tri Sulastri, S.Psi., M.Sc. dan Kurniati Zainuddin, S.Psi., M.A., yang didampingi oleh mahasiswa sebagai pendamping lapangan. Kegiatan ini memiliki peserta sebanyak 40 ibu-ibu warga binaan Rumah Zakat Sulsel yang berdomisili di kawasan padat penduduk Kelurahan Rappokalling, Kota Makassar. Peserta terdiri dari kelompok usia produktif hingga lansia yang sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera dengan keterbatasan ruang terbuka hijau serta pengelolaan sampah yang belum optimal. Meski demikian, kelompok ini dinilai memiliki potensi dalam mengelola lingkungan dan limbah rumah tangga menjadi sumber penghasilan tambahan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seluruh rangkaian sesi dengan antusias, mulai dari psikoedukasi, diskusi kelompok, hingga praktik pemilahan dan daur ulang sampah. Sejumlah peserta menyampaikan bahwa keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna merupakan pengalaman baru yang dirasakan bermanfaat langsung bagi keluarga mereka. Pihak Rumah Zakat Sulsel sebagai mitra turut memberikan dukungan melalui penyediaan tempat, mobilisasi peserta, serta pendampingan lapangan.
Program ini merupakan bagian dari dua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara serentak dengan tema berbeda namun saling melengkapi, yaitu penguatan place attachment melalui aksi eco-lingkungan serta pemberdayaan perilaku kesehatan lingkungan melalui pengelolaan sampah dan daur ulang limbah dapur. Pelaksanaan kedua program dalam satu waktu menjadi bentuk sinergi tim pengabdi FPsi UNM dalam mendorong penguatan ikatan emosional warga terhadap lingkungan, kesadaran ekologis, hingga perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga.
Tri Sulastri S.Psi., M.Sc. menjelaskan bahwa pelaksanaan dua program secara bersamaan merupakan bagian dari pendekatan yang saling melengkapi dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Pelaksanaan serentak ini mencerminkan bahwa kedua kegiatan bukan berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu gerakan besar yang saling melengkapi, mulai dari penguatan ikatan emosional warga terhadap lingkungan, kesadaran ekologis, hingga perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga,” jelasnya.
Tri juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan secara fisik, tetapi juga pada penguatan aspek psikologis masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu agar memiliki kelekatan emosional yang lebih kuat terhadap lingkungan tempat tinggalnya sekaligus meningkatkan perilaku kesehatan lingkungan sehari-hari, baik melalui pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, penguatan kesadaran psikologis, maupun pembentukan kader lokal sebagai agen perubahan berkelanjutan,” tambahnya.
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan dan sosial di Kelurahan Rappokalling yang masih menghadapi berbagai tantangan. Kawasan ini merupakan permukiman padat dengan jumlah penduduk mencapai 8.004 jiwa yang menempati sekitar 1.770 bangunan, serta memiliki jumlah keluarga prasejahtera yang tinggi, yakni 2.254 KK di Rappokalling dan 2.498 KK di Pannampu. Kondisi fisik lingkungan yang kumuh, ditandai dengan penumpukan sampah domestik, minimnya ruang terbuka hijau, serta kebiasaan membuang minyak jelantah langsung ke saluran air pada sekitar 65% rumah tangga, tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan tetapi juga pada kesejahteraan psikologis warga.
Situasi tersebut turut memengaruhi melemahnya rasa memiliki terhadap lingkungan dan munculnya sikap pasif di masyarakat. Di sisi lain, potensi sosial melalui kelompok Dasawisma yang telah ada belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya pendampingan yang mengintegrasikan aspek psikologis dan keterampilan praktis. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi FPsi UNM melakukan intervensi melalui psikoedukasi, pelatihan keterampilan daur ulang, serta penguatan jaringan komunitas agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Tim pengabdi berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta dan keluarganya. Keterampilan yang diperoleh diharapkan terus dipraktikkan secara mandiri, sementara rasa kelekatan terhadap lingkungan dapat mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tempat tinggal. Selain itu, Tim juga berharap agar kedepannya terdapat program tindak lanjut yang lebih rutin dan terstruktur, baik dalam bentuk pendampingan lanjutan, pelatihan pengembangan usaha produktif dari hasil daur ulang, maupun perluasan jangkauan ke keluarga lain di wilayah binaan.
Dari sisi mitra, Rumah Zakat Sulsel juga berharap kerja sama dengan FPsi UNM dapat terus berlanjut sehingga modul yang telah dikembangkan dapat diintegrasikan dalam program pembinaan rutin dan menjangkau lebih banyak komunitas rentan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan psikologi lingkungan dan psikologi komunitas dapat diterapkan secara nyata dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Tidak hanya melalui penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga dengan penguatan aspek psikososial seperti efikasi diri, efikasi kolektif, dan rasa kepemilikan terhadap lingkungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat dinilai mampu berjalan sinergis, di mana UNM berkontribusi melalui pendekatan keilmuan, sementara Rumah Zakat Sulsel menyediakan akses ke komunitas dan infrastruktur pelaksanaan di lapangan. Model kerja sama ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat rentan di wilayah perkotaan.












