LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Mahasiswa KKP Psikologi UNM Bekali Siswa SD dan SMP Makassar Kesiapsiagaan Bencana

Dokumentasi Kegiatan Psikoedukasi Kesiapsiagaan Bencana

Sumber: Dok. Pribadi

Mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) Proyek Kemanusiaan Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang bertugas di Dinas Sosial Kota Makassar menyelenggarakan psikoedukasi kesiapsiagaan bencana bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah yang sering terdampak bencana. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa hingga Sabtu (20-24/2026) dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapan siswa dalam mengenali potensi bencana dan melakukan penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.

Psikoedukasi ini merupakan upaya menumbuhkan kesadaran anak akan pentingnya kesiapsiagaan, khususnya terhadap bencana banjir dan kebakaran yang berpotensi terjadi di Kota Makassar. Melalui penyampaian materi yang interaktif dan mudah dipahami, siswa diperkenalkan pada pengertian bencana, jenis-jenis bencana, potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKP yang bertugas di Bidang Bencana Dinas Sosial Kota Makassar memberikan edukasi mengenai langkah penyelamatan diri sesuai jenis bencana. Siswa juga diajak memahami pentingnya mengikuti arahan guru dan petugas, mengenali tempat yang aman, serta menghindari kepanikan saat situasi darurat. Selain kesiapan fisik, kegiatan ini menekankan kesiapan psikologis agar anak mampu tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.

Joshua Michael Reverio dan Khusnul Khumaerah, mahasiswa KKP Dinas Sosial Kota Makassar, menyampaikan pentingnya membekali anak sejak dini dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat.

“Psikoedukasi kesiapsiagaan bencana sejak usia dini merupakan langkah penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar lebih siap dan tanggap ketika menghadapi bencana,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Ibnu Yasir, mengaku mendapat pengetahuan baru tentang kesiapsiagaan bencana dan memahami tindakan yang perlu dilakukan untuk melindungi diri.

“Kegiatan ini bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada kami tentang bencana dan cara menyelamatkan diri ketika menghadapinya. Saya jadi lebih memahami tindakan yang perlu dilakukan agar tetap aman saat terjadi bencana,” jelasnya.

Sebagai penutup, Annisa Fahriza Arif dan Meli Yulanda Safitriani, mahasiswa KKP Dinas Sosial Kota Makassar, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa, sehingga mereka dapat mengenali potensi bahaya, memahami langkah penyelamatan diri, serta menjaga keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya.

“Setelah kegiatan ini terlaksana, kami berharap para siswa dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini dan mampu menerapkan langkah-langkah penyelamatan diri ketika menghadapi bencana. Kami juga berharap edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk selalu waspada, mengikuti arahan guru maupun petugas, serta menjaga keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, siswa SD dan SMP, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesiapsiagaan serta mampu merespons situasi darurat dengan tepat, baik secara fisik maupun psikologis.

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts