LPM Psikogenesis

LPM Psikogenesis
LPM Psikogenesis

Mahasiswa Psikologi UNM Gelar Psikoedukasi di PPBM – Kalla Institute

Dokumentasi foto bersama dalam kegiatan psikoedukasi bertema “Capek Kerja atau Mentalmu yang Overload”

Sumber: Dok. Pribadi

Mahasiswa Magang Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam Program Magang Berdampak menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi non-pelatihan berupa poster dengan tema “Capek Kerja atau Mentalmu yang Overload” di Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen (PPBM) Kalla Institute pada Selasa (19/05). Program ini dilaksanakan oleh dua mahasiswa magang, yaitu Zahwa Aryani Putri Arif dan A. Sitti Fatimah Az-Zahra yang didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan, yaitu Hilwa Anwar dan Rahmawati Syam.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pentingnya mengenali dan mengelola beban kerja mental di lingkungan kerja. Melalui kegiatan psikoedukasi ini, karyawan diharapkan mampu memahami kondisi psikologis yang dialami selama bekerja serta memiliki kesadaran untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kesehatan mental.

A. Sitti Fatimah Azzahra selaku mahasiswa magang menjelaskan bahwa materi yang disampaikan dipilih berdasarkan kebutuhan karyawan dalam memahami beban kerja mental secara lebih menyeluruh. Materi tersebut mencakup pengertian, faktor penyebab, dampak, serta strategi pengelolaan karena dianggap saling berkaitan dalam membantu karyawan mengenali dan mengatasi tekanan kerja yang dialami.

“Materi yang disusun dalam poster dipilih karena saling berhubungan, mulai dari pengertian, faktor penyebab, dampak, sampai cara mengelola beban kerja mental. Tujuannya agar karyawan tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga bisa melihat kaitannya dengan kondisi kerja yang mereka alami,” paparnya.

Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan dengan menggunakan media poster berbentuk roll-up banner yang dirancang secara informatif dan komunikatif. Materi yang disampaikan meliputi pengertian beban kerja mental, faktor-faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan terhadap individu, serta strategi praktis dalam mengelola tekanan mental di tempat kerja.

Zahwa Aryani Putri Arif selaku mahasiswa magang menjelaskan bahwa penggunaan media poster dalam psikoedukasi dipilih sebagai alternatif penyampaian informasi yang praktis dan mudah diakses oleh karyawan di lingkungan kerja. Selain itu, media visual juga dinilai mampu membantu karyawan dalam memahami materi secara lebih cepat dan jelas.

“Media poster dipilih karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, menarik, dan mudah dipahami oleh karyawan di tengah aktivitas kerja. Karyawan tetap dapat memperoleh pengetahuan tanpa mengganggu produktivitas kerja,” jelasnya.

Setelah pelaksanaan psikoedukasi, kegiatan tersebut memperoleh respons positif dari karyawan yang terlibat. Karyawan menunjukkan antusiasme dalam membaca poster yang disajikan dan memahami materi di dalamnya. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya pemahaman karyawan terhadap materi, serta penilaian bahwa informasi yang diberikan relevan dengan kondisi kerja yang dihadapi.

Puspa Akhlahul Karimah selaku salah satu karyawan di Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Kalla Institute menyatakan bahwa poster yang telah dibuat merupakan poster pertama yang mengangkat seputar beban mental. Tidak hanya itu, menurutnya juga relevan dengan kondisi saat ini.

“Menarik banget, ini mungkin menjadi poster pertama di kantor yang mengangkat psikoedukasi terkait beban mental yang cukup relevan dengan kondisi pekerjaan saat ini. Menurut saya, adanya poster seperti ini penting karena bisa menjadi reminder bahwa menjaga kesehatan mental bukan berarti lemah atau tidak profesional, justru itu memang bagian dari profesionalisme. Posternya juga tidak cuma membahas masalahnya, tetapi turut memberikan solusi sederhana yang realistis dan bisa mulai diterapkan dalam keseharian,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan karyawan dapat lebih peka terhadap kondisi mental yang dialami serta mampu menerapkan strategi pengelolaan stres dengan lebih adaptif. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis karyawan dapat terjaga dan berdampak pada peningkatan kualitas kinerja di lingkungan kerja.

psikogenesis.org

psikogenesis.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts