
Foto Bersama Program Penguatan Psikososial Remaja dan Relawan Berbasis Komunitas di Rumah Zakat Sulsel
Sumber: Dok. Pribadi
Psikogenesis, Jumat (10/07) – Tim Pengabdi Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Penguatan Psikososial Remaja dan Relawan Berbasis Komunitas di Rumah Zakat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (19/06).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdi Bidang Psikologi Sosial FPsi UNM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Tim dosen meliputi Nurfitriany Fakhri S.Psi., M.A., Faradillah Firdaus S.Psi., M.A., Perdana Kusuma S.Psi., M.Psi., T., dan Irdianti S.Psi., M.Si. Program ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan remaja binaan dan relawan Rumah Zakat Sulsel. Peserta remaja ini merupakan kelompok rentan yang berada dalam kondisi psikososial berisiko tinggi dengan karakteristik berasal dari keluarga prasejahtera, mengalami tekanan akademik, dan pernah mengalami perundungan atau penolakan sosial. Peserta merupakan remaja yang berasal dari kawasan padat penduduk di wilayah Rappokalling, Kota Makassar.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat aktif dalam berbagai sesi, mulai dari diskusi, simulasi, hingga role play. Pihak Rumah Zakat Sulsel turut mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan tempat, koordinasi peserta, serta pendampingan lapangan.
Tri Sulastri S.Psi., M.Sc. selaku dosen bidang sosial FPsi UNM menjelaska n bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari empat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara bersamaan dengan tema berbeda, mencakup penguatan literasi digital, empati, kesehatan mental, hingga kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana.
“Terdapat empat program PKM yang dijalankan dengan tema yang berbeda. Pelaksanaan serentak ini mencerminkan bahwa keempat kegiatan bukan berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan satu gerakan besar yang saling melengkapi,” jelasnya.
Tri mengungkapkan bahwa remaja dipilih sebagai sasaran karena berada pada kondisi yang rentan. Program dirancang untuk memperkuat kapasitas psikososial remaja dan relawan binaan Rumah Zakat Sulsel dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital dan kerentanan sosial sehari-hari. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan literasi dan etika digital, penguatan empati dan regulasi emosi, pembentukan jaringan dukungan sebaya, serta kesiapan memberikan pertolongan pertama psikologis dalam situasi krisis dan bencana.
“mereka masih menghadapi tantangan serius dalam aspek perilaku, kesadaran, dan ketahanan psikososial warganya. Baik terkait penggunaan media sosial yang belum bijak, rendahnya kemampuan mengelola emosi, maupun minimnya dukungan sosial yang bisa mereka andalkan. Sementara itu, para relawan yang aktif mendampingi komunitas juga belum pernah mendapatkan bekal keterampilan psikologis yang memadai, khususnya dalam situasi bencana. Di tengah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental yang terjangkau, komunitas remaja ini justru menunjukkan potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Tim pengabdi berharap program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong adanya program tindak lanjut yang lebih rutin dan terstruktur, baik dalam bentuk pendampingan lanjutan maupun pelatihan berikutnya.
Dari sisi mitra, Rumah Zakat Sulsel berharap kerja sama dengan FPsi UNM dapat terus berlanjut sehingga program serupa dapat menjangkau lebih banyak remaja binaan. Selain itu, modul yang telah dikembangkan diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembinaan rutin.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat dapat berjalan secara sinergis. UNM berkontribusi melalui pendekatan keilmuan dan metodologi pengabdian, sementara Rumah Zakat Sulsel menyediakan akses ke komunitas binaan serta infrastruktur pelaksanaan di lapangan. Kerja sama ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak kelompok masyarakat.












